Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2020 | 03.28 WIB

Akibat Hujan Deras di Bogor, Bendungan Katulampa Siaga 1

Debit air di bendungan katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat. Kamis (20/2/2020). Curah hujan tinggi sejak dini hari di wilayah bogor mengakibatkan debit air di bendungan katulampa mencapai 80 centimeter atau siaga tiga. foto : Hendinovian / Radar Bogor - Image

Debit air di bendungan katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat. Kamis (20/2/2020). Curah hujan tinggi sejak dini hari di wilayah bogor mengakibatkan debit air di bendungan katulampa mencapai 80 centimeter atau siaga tiga. foto : Hendinovian / Radar Bogor

JawaPos.com–Tinggi air di Bendungan Katulampa, Bogor, Jawa Barat, terpantau mulai meninggi. Pada Senin (21/9) sampai dengan pukul 18.18 WIB, ketinggian air sudah menyentuh angka 250 sentimeter.

”Dengan adanya kenaikan TMA (tinggi muka air) tersebut, status dinaikkan menjadi Siaga 1,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati.

Kenaikan permukaan air ini tercatat terjadj mulai pukul 17.00 WIB. Ditandai dengan gerimis halus. Pada pukul 17.53 WIB, hujan mulai turun disebagian wilayah Bogor. Ketinggian air pun naik menjadi 120 sentimeter (Siaga 3). Berselang 5 menit, ketinggian air bertambah menjadi 170 cm (Siaga 2). Kembali meninggi pada pukul 18.10 WIB menjadi 220 sentimeter (Siaga 2), dan menjadi 250 cm pada pukul 18.18 WIB (Siaga 1).

”Berdasar data kronologi di atas, kenaikan TMA dari level Siaga 4 menjadi Siaga 1 terjadi dalam kurun waktu kurang lebih satu jam saja. Hal itu dipicu oleh tingginya intensitas hujan di sebagian besar wilayah Bogor,” kata Raditya.

Berdasar data BPBD Kota Bogor, ada 13 kelurahan di bantaran Sungai Ciliwung. Yakni Sindangrasa, Tajur, Katulampa, Sukasari, Baranangsiang, Babakan Pasar, Sempur, Tanah Sareal, Bantarjati, Cibuluh, Kedung Badak, Sukaresmi, dan Kedung Halang.

”BNPB meminta masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat untuk mengantisipasi adanya potensi bencana yang dapat dipicu faktor cuaca dan fenomena alam tersebut dan meningkatkan kesiapsiagaan,” ujar Raditya.

Masyarakat diimbau agar tidak terpengaruh dengan segala bentuk informasi yang tidak benar dan berlebihan terkait adanya fenomena alam tersebut. BNPB meminta agar masyarakat mengakses dan memperbarui informasi terkini dari pihak-pihak instansi terkait dan pemerintah daerah setempat.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=yo8QD1MVBSM

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore