Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Desember 2020 | 19.38 WIB

Upaya DKI Jakarta Kurangi Pengangguran Lulusan Vokasi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria - Image

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

JawaPos.com - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan upaya peningkatan komptensi lulusan vokasi. Hal ini dilakukan untuk kebutuhan revolusi industri 4.0 dan juga menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) DKI Jakarta yang saat ini sebesar 10,95 persen.

Kata dia, para lulusan perlu dilakukan upskilling dan upgrading melalui materi pengetahuan dan keterampilan yang memenuhi tuntutan baru dunia kerja. Sebab, penguasaan vokasi sangat penting bagi dunia kerja.

"Pemerintah sudah mulai menyesuaikan pendidikan kejuruan atau vokasi dengan kebutuhan di dunia industri, khususnya yang relevan dengan perkembangan dunia informasi dan teknologi," terang dia dalam siara YouTube Mitrasdudi Kemdikbud, Selasa (15/12).

Adapun bentuk konkrit hal tersebut adalah untuk SMK dan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) jika membuka kejuruan harus menyelaraskan dengan perkembangan teknologi industri.

Saat ini, DKI Jakarta memiliki total SMK di sebanyak 589, terdiri dari 74 negeri dan 515 swasta. Adapun sekolah tersebut menghasilkan lulusan rata-rata sebanyak 71.361 orang per tahun. Untuk mengantisipasi jumlah pencari kerja yang tidak ditempatkan pada tahun mendatang, pihaknya memfasilitasinya melalui peningkatan peran bursa kerja.

"Penyaluran dan penempatan tenaga kerja dalam rangka link and match secara digital, sebagai contoh kedepan akan dilaksanakan job fair dan informasi lowongan kerja di bursa kerja khusus secara online," tambah dia.

Selain itu, dunia usaha juga diharapkan dapat memberikan informasi tentang perkembangan kebutuhan dunia kerja, baik dari sisi kualitas dan kompetensi maupun dari jumlah. Dengan begitu, dunia pendidikan dapat merencanakan kejuruan yang dibutuhkan dunia kerja dan dunia industri.

Langkah-langkah yang dapat di tempuh untuk memenuhi permintaan industri, contohnya adalah melibatkan dunia usaha dalam menyusun kurikulum. Kemudian membangun laboratorium dan kebutuhan alat praktek yang memadai sesuai dengan kebutuhan industri di DKI Jakarta. "Lalu menambah kualitas dan kuantitas guru atau instruktur pendidikan kejuruan," pungkas Riza.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore