
Suasana saat hari pertama pembukaan kembali pusat perbelanjaan di Pondok Indah Mall, Jakarta, Senin (15/6/2020). Pemprov DKI Jakarta pada minggu ketiga penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi membuka kembali operasional 80 pusat perbela
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menarik Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi. Peraturan akan dikembalikan kepada pembatasan ketat. Kebijakan ini tentu akan banyak berdampak pada berbagai sektor.
Pengusaha maupun pedagang yang memiliki lapak di mal maupun pusat perbelanjaan lain akan kembali gigit jari. Belum sampai mengembalikan kerugian akibat PSBB, mereka harus kembali menutup tempat dagangnya.
Akhir pekan (weekend) ini akan menjadi waktu terakhir bagi mereka untuk mengadu peruntungan mengumpulkan pundi-pundi uang sebanyak mungkin sebelum kembali tutup pada hari Senin. "Mulai Senin, tanggal 14 September, kegiatan perkantoran yang nonesensial diharuskan melaksanakan kegiatan bekerja dari rumah," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9).
"Seluruh tempat hiburan, tempat-tempat hiburan akan ditutup, kegiatan yang dikelola oleh Pemprov DKI seperti Ragunan, Monas, Ancol, taman-taman kota, dan kegiatan langsung di rumah seperti yang sudah berlangsung selama ini," imbuhnya.
Sementara itu, aktivitas perkantoran juga terdampak. Mereka tak boleh lagi mempekerjakan karyawan di kantor. Semua pekerjaan dipindahkan ke rumah seperti awal PSBB diterapkan.
Begitu pula dengan sektor usaha rumah makan, restoran dan kafe. Mereka tidak boleh melayani makan di tempat. Semua makanan yang dibeli harus dibawa pulang, atau diantarkan ke pembeli di rumah.
"Karena kami menemukan di tempat-tempat inilah terjadi interaksi yang mengantarkan pada penularan," jelas Anies.
Sebelumnya, Anies memutuskan menarik PSBB masa transisi. PSBB akan dikembalikan layaknya saat pertama kali diterapkan dengan sistem pembatasan secara tetap.
Keputusan ini tak lepas dari kondisi Covid-19 di Jakarta yang masih terus meninggi. Sampai dengan Rabu (9/9), kasus Covid-19 konfirmasi positif di Jakarta berjumlah 49.837, dengan rata-rata penambahan setiap hari sekitar seribu kasus dalam dua pekan terakhir.
"Situasi wabah di Jakarta ada dalam kondisi darurat. Maka dengan kedaruratan ini tidak banyak pilihan bagi Jakarta kecuali menarik rem darurat sesegera mungkin," kata Anies di Balai Kota Jakarta.
Selain jumlah kasus positif yang terus melonjak, pertimbangan PSBB kembali diketatkan yakni karena angka kematian dalam dua pekan terakhir juga ikut meningkat. Selain itu, ketersediaan ruang ICU untuk pasien Covid-19 juga terus menipis.
https://www.youtube.com/watch?v=M0JPHvr27i8

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
