Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 April 2020 | 06.57 WIB

Jelang Pelaksanaan PSBB, Kota Tangerang Siapkan 48 Lokasi Cek Poin

Warga Perumahan Legok, Tangeranng mengecek suhu tubuh bentuk dari antisipasi penyebaran covid-19. (For JawaPos.com) - Image

Warga Perumahan Legok, Tangeranng mengecek suhu tubuh bentuk dari antisipasi penyebaran covid-19. (For JawaPos.com)

JawaPos.com - Kota Tangerang bersama dua kabupaten kota lainnya bersiap melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dua hari menjelang pelaksanaannya, Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan 48 lokasi cek poin.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang Agus Henra menuturkan, sebanyak 48lokasi cek poin akan dibangun di 13 kecamatan dalam pelaksanaan PSBB. "Pelaksanaannya melibatkan personel gabungan," ujar Agus Henra sebagaimana dilansir Antara, Rabu (15/4).

Adapun personel gabungan itu terdiri atas unsur kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan unsur lainnya. Semuanya dibagi dalam tim untuk melakukan pengamanan di titik cek poin.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih mematangkan skenario pelaksanaan PSBB. "Untuk skenarionya sedang kami bahas lebih rinci," kata Arief R Wismansyah.

Dia mengkaim pihaknya sudah melakukan upaya untuk menekan penyebaran Covid-19. Untuk percepatan penanganan Covid-19 pihaknya juga sudah telah melakukan penajaman kegiatan dan realokasi anggaran.

"Alokasi anggaran dibagi untuk bidang kesehatan, jaring pengaman sosial terhadap warga terdampak, dan sektor ekonomi," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Tangerang Raya yang terdiri atas Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan mulai menerapkan PSBB pada Sabtu (18/4). Penerapan itu berdasarkan izin yang diberikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Di sisi lain, warga Kabupaten Tangerang terus berupaya menjaga jarak (physical distancing) untuk mencegah penyebaran SAR-Cov-2 di lingkungan permukiman.

Gerakan 10 Rumah Aman melalui Dasa Wisma terus bergeliat. Para relawan dari gerakan terus memantau suhu warga dan tetangganya untuk memastikan tidak ada gejala virus korona tertular di lingkungan mereka.

“Kami sangat merasakan manfaat program 10 Rumah Aman. Selain lingkungan tetap bersih dari Covid-19, kesejahteraan ekonomi warga jadi ikut terjamin. Kami semakin aman dan tenang dalam menghadapi pandemi Covid-19," Cholis Faizi, warga Perum Legok Permai, RT.03/RW.09, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten.

Menurut Cholis, melalui program 10 Rumah Aman, kemandirian dan kebersamaan warga terus meningkat. Mereka secara bahu membahu, menjalankan posisi sebagai aktor utama pemutus mata rantai sebaran Covid-19.

Menggunakan semangat kegotongroyongan, warga setiap harinya rutin mengukurkan suhu tubuh. Dijalankan rutin oleh aktivis Dasa Wisma, pengukuran suhu tubuh ini menggunakan alat Thermoscan.

“Melalui aktivis Dasa Wisma, warga mendapat banyak informasi termasuk bantuan sembako. Seluruh imbauan pemerintah tentu tetap dijalankan dengan penuh kesadaran. Kami optimistis, lingkungan sekitar akan tetap aman dari Covid-19. Lalu, secepatnya Indonesia terbebas dari Covid-19,” tegas Cholis.

Berada dekat dengan Jakarta, kasus virus korona di Kabupaten Tangerang juga terus bertambah. Per Rabu (15/4), terdapat 51 yang positif covid-19, 1 sembuh dan 4 meninggal.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) 140 orang. Dari jumlah itu, 17 meninggal, 25 sembuh. Begitu juga dengan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 386. Namun 193 di antaranya dinyatakan sudah sembuh.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=8yJdvCsDczU

 

https://www.youtube.com/watch?v=hGHlOuksIYI

 

https://www.youtube.com/watch?v=VO6s5igN3cU

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore