Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Oktober 2019 | 23.27 WIB

Anies Klaim Keberhasil 13 Program, DPRD Sebut Belum Tepat Sasaran

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat peresmian Bioskop Rakyat di Pasar Teluk Gong, Jakarta, Senin (7/10/2019). Bioskop rakyat, Indiskop, yang memutar film-film Indonesia ini merupakan garapan Perumda Pasar Jaya yang bekerja sama dengan Persatuan Artis - Image

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat peresmian Bioskop Rakyat di Pasar Teluk Gong, Jakarta, Senin (7/10/2019). Bioskop rakyat, Indiskop, yang memutar film-film Indonesia ini merupakan garapan Perumda Pasar Jaya yang bekerja sama dengan Persatuan Artis

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim sudah menjalankan 13 program unggulannya dalm 2 tahun kepemimpinannya. Namun, hal ini mendapat kritik dari DPRD DKI Jakarta. Program-program tersebut dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan, program yang dijanjikan Anies selama kampanye memang sudah mulai bergulir. Sayang, program tersebut belum memenuhi harapan masyarakat.

"Misalnya rumah DP Rp 0. Itu memang sudah dijalankan tapi apakah manfaatnya maksimal bagi warga Jakarta? Sasarannya siapa saja? Kan mesti seperti itu," kata Gembong saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (16/10).

Gembong menilai, rumah DP Rp 0 itu tidak bisa dinikmati oleh kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Karena dalam persyaratannya, pemohon wajib memiliki penghasilan tetap minimal Rp 7 juta.

Gembong membahas penyelesaian permukiman Kampung Akuarium sebagai contoh lain. Meski Anies telah merencanakan penyelesaiannya, namun cara yang ditempuh dinilai bertabrakan dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR PZ).

"Ini perlu dikritisi agar Pak Anies dalam memenuhi janjinya tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku," imbuhnya.

Oleh karena itu, Gembong berharap Anies bisa dengan cermat memanfaatkan waktu dalam menyelesaikan sejumlah problematika yang terjadi di Jakarta di sisa masa jabatannya. Termasuk membereskan program yang sudah berjalan agar tepat sasaran.

"Contoh berikutnya soal pengintegrasian transportasi massal jakarta. Ya memang dia (Anies, Red) sudah buat Jaklinko, tapi kan belum terintegrasi. Ini jadi tantangan pak Anies. Ini menjadi prioritas dari sisa waktu yang ada," imbuhnya.

Lebih lanjut, Gembong meminta agar Anies turun tangan langsung dalam pemilihan kursi Wakil Gubernur. Pasalnya, posisi yang sebelumnya diisi oleh Sandiaga Uno itu memiliki peran krusial guna membantu menyelesaikan janji politik Anies.

"Pak Anies bisa ngobrol-ngobrol bareng dengan dua partai pengusung itu untuk bisa ketemu persoalan wagub. Harus ada kesepahaman antara partai pengusung sehingga wagub bisa segera dipilih DPRD. Kami melihat kesepakatan ini baru sekedar administrasi," tegasnya.

Sebelumnya, Anies mengklaim ada 13 program unggulan Pemprov DKI Jakarta yang sudah berjalan selama dua tahun kepemimpinannya. Program-program unggulan itu adalah penataan trotoar, integrasi transportasi, pembangunan taman kota, pengadaan rumah DP Rp 0 , pembagian kartu kesejahteraan, distribusi pangan murah, perlindungan perempuan dan anak, beragam pagelaran bergengsi di Jakarta, program makanan tambahan untuk anak sekolah, perluasan penerima manfaat penggratisan pajak bumi dan bangunan, pengaspalan jalan kampung, aksesibilitas Pulau Seribu hingga hibah untuk guru PAUD.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore