
Photo
JawaPos.com - Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi melakukan sidak langsung ke kosan kotak di wilayah Johar Baru, Jakarta Pusat. Dalam sidaknya itu dia kaget dan akan menyegel bangunan yang tidak memiliki izin itu. Apalagi, indekos berukuran 2x1 meter itu dianggap tidak manusiawi.
Pantauan JawaPos.com, tampak raut muka kaget dari dia saat melihat langsung mininya kamar kos yang disewakan. Irwandi terlihat sempat berbincang dengan salah satu penjaga kosan kotak tersebut. dia sempat menanyakan cara penghuni masuk ke kamar kos dengan kondisi yang begitu sempit.
"Kamar segini nih. Kalau orang masuk begini gimana? Jongkok?," tanya Irwandi. "Jongkok," jawab penjaga itu.
Dari keterangan penjaga tersebut, di kosan kotak itu ada 64 kamar. Alasannya dibuat seperti itu supaya warga yang menyewa tidak terbebani dengan harga mahal. Selain itu, kebanyakan yang menyewa hanya sebatas untuk tidur.
"Supaya banyak (kamarnya) pak. Biar hemat jadi kan. Dia tidur doang. Ini kan awalnya dibuat untuk orang yang istirahat," ucap penjaga kos tersebut.
Setelah melakukan sidak, Irwandi menyebut pemkot akan menyegel bangunan kosan kontak tersebut. Paslanya tidak ada izin sebagai rumah kos maupun tempat usaha. "Kita sedang evaluasi. Bangunan kos tidak ada izin, bangunannya akan kita segel mati atau ditutup permanen," kata Irwandi kepada JawaPos.com, Senin (2/9).
Selain itu, pemkot merekomendasikan agar kosan tersebut ditutup. Dengan pertimbangan, kondisi tempat tinggal yang tidak layak, karena terlalu sempit. "Kita usahakan kos-kosannya ditutup rekomendasinya ke (Dinas) Cipta Karya. Karena nggak layak dan nggak manusiawi lah," tegas Irwandi.
Suasana di salah satu kosan mini sekitar 2x1 meter di Jakarta. (Sabik Aji Taufan/Jawapos.com)
Suasana di salah satu kosan mini sekitar 2x1 meter di Jakarta. (Sabik Aji Taufan/Jawapos.com)
Sebelumnya, Hidup di kota besar seperti Jakarta tak selalu indah. Butuh perjuangan ekstra keras untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Tingginya daya saing membuat seseorang mesti berfikir cerdik demi mendapat peluang kerja. Terlebih biaya hidup di ibu kota bukan sesuatu yang murah.
Harga sebuah kamar kos saja, di Jakarta rata-rata paling murah Rp 700 ribu. Itu pun cukup sulit mencarinya. Namun, saat ini masalah itu mulai terpecahkan. Di wilayah Johar Baru, Jakarta Pusat, bisa ditemui kosan dengan tarif murah. Harganya Rp 300-400 ribu per bulan. Bahkan bisa bayar harian sebesar Rp 50 ribu.
Uniknya, kosan ini berbentuk kotak layaknya sebuah box besar. Ukurannya cukup mini sekitar 2x1 meter. Dengan tinggi 1 meter. Untuk duduk saja mungkin kepala akan mentok ke atap. Terkesan sempit, namun menjadi primadona bagi kaum urban.
Kamar kos ini dibuat di dalam sebuah bangunan 3 lantai. Pagar hitam yang menjulang tinggi menutupi ruang-ruang kecil di baliknya. Di lantai pertama diperuntukan untuk tempat parkir sepeda motor. Di samping kiri, tersedia rak sepatu. Adapula 3 buah toilet yang bisa digunakan para penghuni. Namun, keadaan di lantai 1 ini sedikit berantakan karena banyak barang-barang bekas yang belum dibuang.
Photo
Tampilan kamar kosan berukuran 2x1 meter. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Untuk menuju lantai dua, pengunjung harus menyusuri tanggal hitam kecil melingkar. Di situ nampak pintu-pintu kecil berbahan besi berwarna putih berjajar saling berhadapan. Mirip jendela tapi itulah pintu masuk ke kosan kotak tersebut. JawaPos.com tak menghitung secara pasti, namun diperkirakan sekitar 10 pintu. Di balik pintu itulah terdapat kasur yang bisa ditempati oleh 1 orang. Setiap kamar kos dilengkapi dengan lampu, dan 1 colokan listrik. Udara dingin dari pendingin ruangan menyambar badan. 1 buah AC digunakan untuk ruangan di lantai itu.
Ada dua jenis kamar kotak di sini. Baris bawah cenderung berukuran sedikit lebih besar. Sekitar 2x1,25 meter, harga sewanya per bulan Rp 400 ribu. Sedangkan untuk baris di atasnya berukuran sekitar 2x1 meter, dengan harga sewa perbulan Rp 300 ribu.
https://youtu.be/fkxZWkL4AVE
Kosan kotak ini bisa ditempati untuk perempuan maupun laki-laki. Design kosan seperti ini memang terlihat tidak lazim. Karena jarang ditemui. Biasanya kosan setidaknya berukuran 3x4 meter. Dengan tinggi lebih dari 2 meter. Namun, di tempat ini, untuk berjalan di lorong kontrakan, harus sedikit menundukan kepala agar tidak tersentuh ke atap. Dengan tinggi kurang dari dua meter itu, masih dibuat untuk dua kamar yang saling bertumpumpukan. Sehingga untuk duduk di atas kasur pun kepala bisa mentok ke atap.
"Zaman sekarang kan emang begini. Kan di akal-akalin biar bisa ini kan. Kan (penghuni) butuh buat jajan, (jadi dengan harga sewa murah) bisa buat yang lain lagi," kata penjaga kosan tersebut.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
