
Ilustrasi pembunuhan
JawaPos.com - Pelaku pembunuhan Fira Angela Hidayah, 8, bocah yang tewah di daerah Megamendung, Bogor, Jawa Barat akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Moga, Pemalang, Jawa Tengah. Pelaku diketahui berinisial H, 23, sudah dibawa ke Polsek Megamendung, Bogor, Jawa Barat, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Triatmaja mengatakan, pelaku menyerahkan diri pada Rabu (3/7) siang diantar oleh pihak keluarga. Setelah itu, Polres Pemalang langsung berkordinasi dengan Polres Bogor, dan diputuskan pelaku dipulangkan ke Polres Bogor untuk diproses hukum.
"Tersangka sudah dibawa ke Megamendung tadi malam pukul 20.00 WIB," ujar Agus saat dikonfirmasi JawaPos.com, Kamis (4/7).
Sebelum menyerahkan diri, pelaku dikabarkan sempat kabur ke sejumlah daerah. Seperti Surabaya, Cirebon dan Semarang, sebelum akhirnya menyerahkan diri setelah berkomunikasi dengan keluarganya.
Dari keterangan sementara kepada polisi, H tega menghabisi Fira lantaran kesal kerap diganggu setiap dia selesai berjual bubur ayam. Tak berfikir panjang, pelaku lantas tega menghabisi nyara korban.
"Karena sering diganggu saat pulang berjualan, istirahatnya diganggu oleh korban, tidak bisa tidur sehingga melakukan pembunuhan itu," sambung Agus. Atas perbuatannya, pelaku bisa dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan maksimal hukuman mati.
Sebelumnya, Fira Angela Hidayah, 8, dilaporkan hilang sejak 29 Juni 2019 pukul 16.00 WIB. Keberadaannya terakhir diketahui bermain disekitar rumah neneknya di Kampung Cinangka RT 02/02 Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Setelah 3 hari berlalu, bocah malang itu ditemukan tewas mengenaskan.
Kapolsek Megamendung, AKP Asep Darajat mengatakan, korban ditemukan tewas terbungkus kain di dalam bak mandi sebuah kontrakan. Diduga, Fira menjadi korban pembunuhan berencana.
"Pelaku membunuh korban dan menyimpannya di dalam bak mandi di dalam rumah kontrakan saudara H," ujar Asep dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/7).
Penemuan Fira berawal dari kakek korban, Didin mencium bau busuk dari kontrakan milik H. Dia lantas mendobrak pintu rumah. Setelah ditelusuri bau berasal dari kamar mandi, dan ditemukanlah Fira dalam keadaan tewas mengenaskan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
