
Warga makan di Warung Tegal (Warteg) Ellya yang telah menerapkan protokol kesehatan di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (20/7/2020). Menurut pemilik Warteg Ellya, sejak dimulainya penerapan PSBB transisi, unit usahanya telah melakukan penerapa
JawaPos.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di Jakarta yang direncanakan mulai berlaku kembali pada Senin (14/9) mendatang, bakal berimplikasi pada pergerakan masyarakat Ibu Kota Jakarta.
Bagi masyarakat yang tedampak atas kebijakan itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diingatkan untuk kembali memberi bantuan atau insentif.
Juru Bicara KawalCOVID Miki Salman mengatakan, rem darurat yang ditarik oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan patut diapresiasi. Mengingat, kapasitas rumah sakit semakin penuh.
Anies diminta tetap berkoordinasi dengan daerah penyangga agar PSBB total berjalan efektif. Minimal melakukan pengetatan di daerah perbatasan.
"Rem darurat ini kan karena keterpakaian ruang RS sudah penuh. Itu juga sudah terjadi sebenarnya di Bali, tapi kok adem ayem saja ya di Bali. Dan di Jakarta 15 September deteksinya pasti akan naik lagi jumlah kasus, ruang ICU dan isolasi RS pasti akan penuh. Paling tidak, remnya akan ditarik walaupun 14 September," ujarnya kepada JawaPos.com.
Miki Salman berharap PSBB kali ini betul-betul dipersiapkan dan lebih serius. Bukan seperti PSBB awal dan PSBB transisi atau perpanjangan terutama dalam hal penegakkan hukum. "Percuma PSBB kalau enggak ada penegakannya," tegasnya.
Tapi paling penting, lanjut Miki, adalah memberikan insentif untuk masyarakat terdampak. Tujuan PSBB adalah untuk mengurangi kerumunan masyarakat di jalan. Untuk itu, pemerintah provinsi diminta menanggung insentif masyarakat agar tak ada yang kelaparan.
"Itu baru satu sisi penegakkan, warga enggak butuh dihukum ya, warga butuh dibantu. Terutama ini jelas-helas lebih berat dari yang pertama. Berat karena orang sudah berbulan-bulan alami kerugian apalagi usaha kecil. Usaha menengah dan besar juga mengalami kerugian. Bioskop juga ketar ketir," katanya.
Baca juga: Sehari Jelang PSBB Jilid II, CFD Bundaran HI Masih Tetap Ramai
"Siapa pihak-pihak terdampak perlu dipikirkan. Diberikan insentif agar tetap berada di rumah. Jangan sampai kalau enggak keluar rumah bisa enggak makan. Jangan sampai mati kelaparan, jangan sampai seperti itu," tukasnya.
Dia menyebutkan aspek penegakan sanksi terutama di perkantoran. Saat PSBB awal masih ada perkantoran yang mewajibkan karyawannya datang ke kantor.
"Itu mungkin kencangkan di situ. Dan orang-orang masih kumpul ramai-ramai itu jelas harus ditertibkan," tuturnya.
Begitu juga kebijakan pembatasan transportasi umum harus dipertimbangkan dengan matang. Misalnya operasional KRL jangan sampai mengulang saat PSBB pertama di mana terjadi penumpukan.
"KRL ini agak pelik, ada wacana batasi transportasi umum. Kalau di Wuhan shutdown total enggak boleh ada yang keluar, mungkin kita enggak perlu seperti itu. Pengalaman yang pertama, waktu itu ada pembatasan KRL dan transportasi publik namun namun tak dibarengi dengan mewajibkan Work From Home, mobilitas masih tinggi, sementara transportasi dibatasi. Malah yang terjadi penumpukan, kami ingin betul-betul dikaji pemanfaatannya," tegasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=SQZ6pvI0PGY

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
