
Ilustrasi: calon penumpang menunggu bus antar kota antar provinsi (AKAP) di area keberangkatan Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Aparat gabungan menindak tegas bus dan mobil travel nakal yang nekat mangkal di bahu jalan sekitar Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (24/12).
Selain melanggar aturan, keberadaan angkutan yang "ngetem" sembarangan ini dituding menjadi biang kerok kemacetan parah di kawasan tersebut.
Operasi besar-besaran ini melibatkan petugas terminal, Sudin Perhubungan, TNI, hingga Satlantas Wilayah Jakarta Timur.
Petugas menyisir area depan terminal hingga kawasan flyover Pasar Rebo untuk memastikan kelengkapan surat kendaraan dan ketertiban lalu lintas.
Sebuah mobil travel hitam dengan plat AG 7403 Y tak berkutik saat diberhentikan petugas. Sang sopir langsung diminta menunjukkan dokumen kendaraan. Karena tidak lengkap, petugas langsung melayangkan surat tilang di tempat.
Kepala Terminal Kampung Rambutan Revi Zulkarnain mengungkapkan, razia ini memang menyasar angkutan umum yang tidak patuh aturan trayek.
"Dari pagi sampai siang ini, kami sudah melakukan penindakan 5 unit kendaraan bus," ucap Revi, Rabu (24/12).
Revi merinci, satu kendaraan ditilang tepat di pintu masuk terminal, sementara empat lainnya dijaring di kawasan flyover Pasar Rebo karena parkir sembarangan yang memicu kemacetan.
Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. Revi menegaskan bahwa seluruh bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) wajib masuk ke dalam area terminal demi kenyamanan penumpang dan kelancaran arus lalu lintas.
"Kami berharap, bus antar kota antar provinsi bisa masuk ke terminal sehingga bus-bus bisa melayani masyarakat dengan maksimal," tuturnya.
Mantan Kepala Terminal Kalideres ini juga menambahkan bahwa razia bertujuan memutus praktik "jemput bola" ilegal di pinggir jalan yang membahayakan.
"Karena mereka harus ambil penumpang di terminal dan menurunkan di terminal tujuan juga," imbuh Revi.
Penertiban ini bertepatan dengan momen peningkatan volume penumpang di Terminal Kampung Rambutan. Puluhan bus tampak bersiaga mengangkut pemudik ke berbagai daerah di Jawa dan Sumatera.
Data terminal mencatat aktivitas yang cukup padat sejak pagi hari. Berdasarkan laporan pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB, tercatat 28 bus AKAP tiba dengan 231 penumpang.
"Sementara itu, 11 bus berangkat membawa penumpang ke berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera dengan total 92 orang," jelas Revi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
