
Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya menggelar razia besar-besaran dalam dua pekan terakhir, sebanyak 112 Jukir Liar ditertibkan. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan komitmennya untuk memberantas praktek juru parkir (jukir) liar, yang selama ini dikeluhkan masyarakat karena menarik tarif tanpa atau melebihi karcis.
Dalam dua minggu terakhir, Pemkot melalui Dinas Perhubungan bersama Polrestabes Surabaya menggelar razia besar-besaran. Hasilnya, sebanyak 112 juru parkir liar ditertibkan.
"112 (jukir liar diamankan). Itu rata-rata (jukir) di pajak parkir (tempat usaha), karena mereka bergerak di sana," tutur Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi setelah acara Istighosah di Balai Kota Surabaya, Jumat (12/12).
Eri mengatakan penertiban ini demi menjaga transparansi pengelolaan parkir sekaligus melindungi pemilik usaha dari potensi kerugian. "Sudah banyak yang ditangkap Pak Kapolres, terutama yang di tempat pajak parkir," imbuhnya.
Orang nomor satu di Surabaya itu tak menampik bahwa permasalahan parkir masih menjadi PR-nya. Selain ulah jukir liar yang meresahkan, perbedaan laporan pendapatan antara pengelola lahan dan jukir juga menjadi pemicu konflik.
“Saya sampaikan, di tempat pajak parkir itu harus diselesaikan agar tidak terjadi selisih pendapat antara yang punya lahan (pengusaha) dengan yang mengelola lahannya (juru parkir),” tegas Eri.
Oleh karena itu, Eri mengusulkan solusi gate system atau palang parkir untuk mengatasi perbedaan data pendapatan parkir. Pemkot Surabaya juga berencana menerapkan parkir digital serentak pada 2026.
"Kalau tidak menggunakan One Gate System atau palang, maka di situ akan ada perbedaan. Yang ini (jukir) bilangnya 10 sehari, yang punya (usaha) bisa ngomong 15. Maka satu-satunya jalan adalah menggunakan palang," papar Eri.
Selain itu, ia juga menyampaikan pada akhir Desember 2025 atau awal Januari 2026, Pemkot Surabaya bakal menggelar polling untuk menentukan sistem parkir yang paling diinginkan warga.
"Kalau warga (bertanya) kok parkirnya (beralih) non-tunai, nanti dikasih pilihan metode pembayaran. Nanti kita lihat polling-nya warga Surabaya. Saya ingin membangun Surabaya ini dari masyarakatnya," pungkasnya. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
