
Petugas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya saat memeriksa kelengkapan surat-surat pengendara yang hendak menuju Madura di Jembatan Suramadu, Surabaya, Selasa (6/1). (Humas Polres Tanjung Perak)
JawaPos.com - Sudah menjadi rahasia umum bahwa Pulau Madura menjadi jalur pelarian para pelaku curanmor di Surabaya. Selama Januari - Juni 2025, lebih dari 80 persen motor hasil curian dilarikan ke sana.
Hal tersebut disampaikan oleh Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan dalam sebuah Forum Group Discussion (FGD) bersama Pemkot Surabaya pada pertengahan 2025 lalu.
"Jadi, dari hasil pelaku yang kita tangkap kita lakukan screening, tujuannya ke mana saja. Itu data yang kita dapat 80,4 persen dari awal 2025 sampai sekarang (dibawa ke Madura)," tutur Luthfie.
Fakta tersebut mendapat atensi serius dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Razia besar-besaran di Jembatan Suramadu yang menjadi akses utama menuju Madura, pun kerap digelar, seperti hari ini, Selasa (6/1).
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto mengatakan krgiatan razia ini untuk menghalau, mana kala di antara motor-motor yang melintas adalah kendaraan hasil dari pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
"Ini langkah preventif kepolisian dalam merespons situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam hal ini, kejahatan curanmor yang kerap dilaporkan warga Surabaya," tutur Iptu Suroto.
Razia yang digelar di depan Pos Polisi Suramadu, Jalan Tambak Wedi Baru, Kedung Cowek, Kecamatan Bulak ini menyasar kendaraan roda dua yang melintas dari arah Surabaya menuju Pulau Madura.
Tak pandang bulu, setiap motor yang melintas akan dilakukan pemeriksaan secara ketat. Petugas memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan dan barang bawaan pengendara roda dua (sepeda motor).
"Polres Pelabuhan Tanjung Perak melaksanakan razia kendaraan bermotor di sekitaran Jembatan Suramadu sebagai bentuk nyata untuk meminimalisir tindak kriminalitas curanmor di wilayah hukum kami," imbuhnya.
Iptu Suroto berharap kegiatan razia seperti ini dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan antarkota, khususnya curanmor. Meski dilakukan secara ketat, petugas tetap mengedepankan pendekatan humanis.
"(Selain menghalau motor hasil curian), petugas juga memberikan teguran secara lisan kepada sejumlah pengendara yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas ringan. Ini sebagai edukasi agar masyarakat lebih tertib," tukas Iptu Suroto. (*)
Nama Penulis: NOVIA HERAWATI - noviaherawati110@gmail.com
Rubrik/Kanal: Surabaya Raya

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
