
Ilustrasi buruh menolak skema kenaikan UMP DKI Jakarta karena dinilai masih di bawah kebutuhan hidup layak. (dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Drama penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 terjadi. Meski pemerintah telah menyiapkan formula baru lewat Peraturan Pemerintah (PP) Pengupahan yang diteken Presiden Prabowo Subianto, kenyataannya kebijakan ini justru dijepit dari dua sisi.
Buruh merasa kenaikannya terlalu kecil, sementara pengusaha merasa terlalu besar.
Bagi kalangan pekerja, skema baru ini dianggap gagal menjawab realita di lapangan. Meskipun simulasi menunjukkan adanya kenaikan ratusan ribu rupiah, angka tersebut dinilai masih jauh dari target Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Jakarta yang menyentuh Rp5,8 juta. Buruh pun menuntut UMP DKI tembus Rp6 juta.
Ketua DPD KSPI DKI Jakarta Winarso menyatakan, dengan angka simulasi tertinggi dari pemerintah sekalipun belum bisa memuaskan kebutuhan buruh di ibu kota.
"Belum (mengakomodasi tuntutan buruh). Contoh DKI, kenaikan UMP di angka teratas aja masih di bawah KHL," tegas Winarso.
Menurut Winarso, target buruh sangat jelas di angka Rp6 juta. Namun, dengan formula saat ini, plafon kenaikan tertinggi masih belum sanggup menembus angka psikologis tersebut.
Berseberangan dengan buruh, Kadin DKI Jakarta justru merasa formula pemerintah kali ini terlalu agresif. Fokus keberatan mereka ada pada variabel alfa yang dipatok di rentang 0,5 hingga 0,9.
Jika angka tertinggi yang diambil, dunia usaha khawatir akan stabilitas keuangan perusahaan. Ketua Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, mengungkapkan bahwa pihaknya berharap pemerintah tidak mengambil opsi angka Alfa maksimal.
"Kalau kita sebenarnya kan keberatan dengan alpanya itu. Alpanya sampai 0,9. Karena asumsinya ya kita tadinya berharap di 0,5 lah maksimal," ujar Diana kepada JawaPos.com.
Diana menambahkan bahwa angka final baru akan diputuskan setelah sidang Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta yang melibatkan unsur pengusaha dalam waktu dekat. "Kita baru mau rapat, sedang lusa ya. Antara lusa dan sampai dengan hari Senin. Jadi, angkanya nanti mungkin setelah sidang aja ya," tambahnya.
Mengacu pada data BPS, ekonomi Jakarta tumbuh 4,96 persen dengan inflasi 2,69 persen. Jika melihat UMP DKI Jakarta 2025 yang sebesar Rp 5.396.761, berikut adalah simulasi kenaikan gaji buruh berdasarkan nilai Alfa:
- Alfa 0,5: Naik 5,17 persen (+Rp 278.528). Total UMP: Rp 5.673.641.
- Alfa 0,6: Naik 5,67 persen (+Rp 305.504). Total UMP: Rp 5.700.617.
- Alfa 0,7: Naik 6,16 persen (+Rp 332.210). Total UMP: Rp 5.727.323.
- Alfa 0,8: Naik 6,66 persen (+Rp 359.186). Total UMP: Rp 5.754.299.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
