
Pramono meninjau tanggul pengaman pantai atau NCICD Fase A (dok. Humas Pemprov)
JawaPos.com — Penurunan muka tanah yang terus terjadi di Jakarta menyebabkan air laut lebih tinggi dari permukaan air tanah. Kondisi itu membuat ancaman banjir rob di pesisir Jakarta lebih tinggi. Terlebih, dalam tahun ini ada fenomena bersamaan antara fase Bulan Purnama dan Perigee (Supermoon) sehingga berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan, percepatan pembangunan tanggul pengaman pantai menjadi prioritas utama Pemprov DKI dalam mengatasi banjir rob. Pram menegaskan, dalam sepuluh bulan memimpin ibukota, antisipasi banjir rob itu menjadi salah satu prioritasnya.
''Kalau tidak ada antisipasi, pasti rob di Muara Angke itu pasti jauh lebih tinggi,'' kata Pramono saat meninjau Tanggul Pengaman Pantai di RT 20 RW 17 Penjaringan, Jakarta Utara, kemarin (8/12).
Secara total, panjang tanggul pengaman pantai yang merupakan bagian dari program jangka panjang NCICD (National Capital Integrated Coastal Development) itu memiliki panjang sekitar 46 kilometer.
Dari jumlah itu, pembangunan dilakukan beberapa instansi. Di antaranya, Pemprov DKI, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pelindo, dan Nizam Zachman selaku Pelabuhan Kapal Pelayaran.
''Memang, ini yang menjadi salah satu problem,'' terangnya. Namun Pramono tidak merincikan masalah yang menjadi kendala pembangunan dari masing-masing instansi yang sudah mendapatkan tanggung jawab bagian trase pembangunan sesuai kesepakatan tersebut.
''Kenapa kok dibagi-bagi? Yaitu adalah kesepakatan waktu itu,'' imbuhnya. Tetapi apapun, lanjutnya, saya sudah memerintahkan Dinas Sumber Daya Air, sebagai penanggung jawabnya untuk berkoordinasi dengan instansi terkait tersebut.
''Dan besok akan ada pertemuan dengan Kementerian PU, KKP, Pelindo, dan Sumber Daya Air DKI,'' tambahnya. Dengan koordinasi itu, dia berharap pembangunan tanggul pengaman pantai bisa segera dilakukan. Dengan begitu, potensi banjir rob bisa terus diminimalisir.
''Karena rob masih ada bulan depan atau bulan-bulan ke depannya,'' imbuhnya.
Untuk pembangunan tanggul pantai atau NCICD Fase A itu, Jakarta Pemprov DKI bertanggung jawab membangun 28,2 kilometer. Dari jumlah itu, sepanjang 11,7 kilometer telah rampung. Masih tersisa 16,5 kilometer yang harus diselesaikan.
Trase yang masih tersisa itu akan dibangun bertahap. Pada fase lanjutan 2025–2026, Pramono menyebutkan pekerjaannya akan dilakukan di beberapa segmen. Yakni, segmen Asahimas sepanjang 1,2 kilometer, segmen Ancol Barat Seafront sepanjang 0,8 kilometer, serta tanggul mitigasi Muara Angke sepanjang 1,1 kilometer. Tahun 2026, fokus tambahan diarahkan ke Pantai Mutiara, masing-masing 430 meter di sisi timur dan 100 meter di sisi barat.
''Memang pembangunan kompleks sekali. Jadi kemudian kalau ada masukan, saran, dan bahkan kemarin kan banyak influencer yang hanya melihat di satu sisi dan kemudian memviralkan, enggak apa-apa. Ini yang kemudian saya minta diantisipasi,'' tambahnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
