
Beasiswa LPDP 2024 dibuka.
JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Rano Karno ingin penerima Program Beasiswa Magister dan Doktor LPDP 2025 untuk membangun tanah air ke depan. Oleh karena itu, dia mengingatkan penerima beasiswa itu untuk kembali usai menyelesaikan pendidikannya di luar negeri.
"Ini bukan tujuan administratif semata, tetapi panggilan sejarah. Gelar akademik akan bermakna ketika kembali menjadi cahaya bagi masyarakat," kata Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, kemarin (26/11).
Ada beberapa negara yang menjadi tujuan belajar dari penerima beasiswa tersebut. Di antaranya, Belanda, Prancis, hingga Australia.
Untuk penerima beasiswa itu, Rano mengakui tidak seluruhnya dari Jakarta. Oleh karena itu, dia menyampaikan bahwa program itu berbeda dengan Program LPDP Jakarta yang dijanjikan Gubernur DKI Pramono Anung.
“Kita (Jakarta) kan punya program. Misalnya dari KJMU, itu kan penerimanya mahasiswa. Pak gubernur ingin ditingkatkan sampai jenjang S2, kemudian S3. Kalau memungkinkan untuk keluar negeri, kenapa tidak,” terangnya.
Untuk tahun ini, kesempatan LPDP akan dibuka kepada 100 orang. Namun, jumlah itu akan disediakan dengan kemampuan APBD DKI tahun ini.
“Tentu semua itu sesuai kemampuan APBD sendiri. Kalau ini (Penerima LPDP yang hadir di sana, Red) kan APBN, bedanya di situ,” jelasnya.
Namun dengan melihat kondisi Jakarta, masih sangat membutuhkan banyak profesional. Dia memisalkan, Jakarta yang akan memiliki banyak rumah sakit internasional. Itu akan membutuhkan tenaga medis, minimal dokter-dokter spesialis.
“Kita harus menyediakan beasiswa bagi anak-anak yang ingin berkuliah di bidang kedokteran. Biaya kuliah kedokteran tentu berbeda dengan jurusan umum, tapi ini kebutuhan kita. Nah itu nanti, sebenarnya konsepnya seperti LPDP. Mungkin saja mereka bisa kuliah di luar negeri untuk mengambil spesialis. Kalau dokter umum di Indonesia sudah cukup, tetapi jika harus mengambil spesialis di luar negeri, kita akan memberikan kesempatan itu,” jelasnya.
Namun, dia menekankan bahwa penerima LPDP Jakarta itu, syarat utamanya harus memiliki KTP DKI. “Itu tentu, namanya juga LPDP Jakarta. Tentu diperuntukkan bagi masyarakat yang ber-KTP DKI,” katanya.
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, langkah itu diberikan Jakarta juga untuk mewujudkan Generasi Emas 2045. “Tadi, saya juga dengar, jumlah mahasiswa kita yang menempuh S3 di luar negeri sudah hampir di atas 15 ribu orang. Wow, saya bilang, insya Allah Jakarta dan Indonesia punya masa depan yang jauh lebih baik,” tambahnya.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
