Tembok bangunan SD Negeri 01 dan 02 serta SMP Negeri 130 Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, roboh dan timpa sejumlah motor milik warga. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Tembok bangunan SD Negeri 01 dan 02 serta SMP Negeri 130 Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, roboh saat proses renovasi masih berjalan. Insiden ini terjadi pada Kamis (20/11) sore menjelang malam dan mengagetkan warga sekitar.
Peristiwa robohnya tembok yang berada di tengah kawasan permukiman ini sempat memicu kepanikan karena area tersebut kerap dilalui anak-anak dan warga.
Dugaan Penyebab: Tembok Tak Mampu Menahan Aliran Air Hujan
Warga setempat, Heni, 55, menuturkan, tembok mulai runtuh setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 17.30 WIB.
"Dari itu tuh, ada aliran dibawah, kan ada lobang. Nah airnya penuh tuh, lumpur, udah terus langsung brek, langsung ambruk," ujar Heni di lokasi, Jumat (21/11).
Saat kejadian, anak-anak yang sedang bermain langsung berlarian menyelamatkan diri ke arah gang kecil di permukiman. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini.
"Anak-anak pada mau solat. Untungnya kan ada gang kecil tuh, pada masuk dah tuh dia ke dalam. Alhamdulillahnya enggak ada korban," ucap dia.
Meski tidak memakan korban jiwa, dampak kerusakan cukup terasa bagi warga sekitar. Empat unit sepeda motor tertimpa material bangunan yang ambruk.
"Ada empat motor yang ketimpa, kalau korban jiwa alhamdulillah enggak ada," ungkap Heni.
Renovasi Sejak Oktober, Warga Sudah Sering Komplain
Ketua RT 14 RW 02 Kota Bambu Utara Galih menduga tembok roboh akibat aliran air dari dalam bangunan tak mampu ditahan akibat pemadatan tanah yang kurang kuat.
"Awalnya itu keluar air dari tembok, di dalam, karena ada pemadatan tanah dari pembangunan tembok enggak kuat jadi geser," kata Galih.
Ia menerangkan, renovasi sekolah telah berlangsung sejak Oktober 2025 dan dijadwalkan selesai pada akhir tahun ini. Namun sebelum pembangunan dimulai, warga sebenarnya telah mengingatkan agar tembok diperkuat karena lokasinya berdekatan dengan rumah warga.
"Masalah keberisikan juga dari warga. Saya sudah banyak komplain, tapi tanggapannya memang agak lama ya," ungkapnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
