
Potret wanita korban KDRT bernama Putri Balqis yang malah dijadikan tersangka dan ditahan di Polres Depok.
JawaPos.com - Sepasang suami istri, Bani Bayumi dan Putri Balqis harus berurusan dengan polisi. Keduanya, terlibat cekcok sampai-sampai harus menyakiti satu sama lainnya. Bahkan, polisi menetapkan tersangka terhadap Balqis yang sudah lebih dulu membuat laporan soal Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Seperti diberitakan Radar Depok (Jawa Pos Group), berdasarkan keterangan polisi, penetapan tersangka itu menyusul Bani Bayumi yang harus dirawat di Rumah Sakit (RS) akibat kelaminnya mengalami di bagian kelamin. Bahkan, Balqis disebut meremas alat kelamin suaminya.
Ayah Putri Balqis, Noviansyah Siregar membeberkan, anaknya sudah lebih dulu membuat laporan ke Polres Metro Depok. Kemudian, polisi menetapkan suaminya sebagai tersangka. Namun, suami Balqis melaporkan balik dengan tuduhan yang sama dengan pengakuan bahwa alat kelaminnya terluka.
"Tiba-tiba saya mendapat informasi dari pengacara bahwa suaminya telah mengajukan permintaan visum. Seolah-olah dia menjadi korban KDRT dari istrinya atau anak saya. Dia mendapatkan visum tersebut dari rumah sakit dekat Polres Depok," terang dia.
Menurut Noviansyah, visum yang diperoleh suami Balqis seharusnya tidak dapat memperkuat laporannya, mengingat visum tersebut diterbitkan 14 hari setelah insiden tersebut. Apalagi, dalam jangka waktu dua minggu tersebut, luka yang diderita putrinya mulai memudar.
"Yang aneh, rumah sakit dapat menerbitkan visum tersebut meskipun tidak ada tanda-tanda kekerasan. Yang divisum itu mendapatkan kekerasan dari bagian alat kelaminnya. Dia memiliki hernia yang saya ketahui dan jika dia stres, bisa membengkak. Saksi ahli pidana menguatkan hal ini dan anak saya yang dipanggil," papar dia.
Dia menerangkan, situasi menjadi semakin rumit ketika suaminya mendapatkan penangguhan penahanan dengan alasan akan menjalani operasi. Sementara itu, Balqis, yang memiliki riwayat asam lambung, ditahan tanpa penangguhan sama sekali.
Lebih lanjut, Noviansyah menunjukkan bukti yang menggambarkan bagaimana suaminya malah pergi liburan ke Lombok dengan orangtuanya, bukannya menjalani operasi seperti yang dikatakan.
"Mengapa putri saya, yang merupakan pelapor pertama dan buktinya jelas ada, tetapi dari pihak yang melaporkan balik hanya ditahan selama 24 jam dan tidak ada tindak lanjut. Dia meminta izin untuk menjalani operasi, tetapi saat itu dia ada di Lombok. Saya memiliki bukti bahwa dia berada di Lombok dalam bentuk video," urai dia.
Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, penyidik menetapkan Putri Balqis sebagai tersangka akibat terduga melakukan kekerasan terhadap suaminya.
"Saat istri terus berusaha melepaskan diri, dia meremas alat vital suaminya dengan kuat, yang membuat suaminya memukulnya untuk melepaskan diri," jelas dia.
Berangkat dari hal itu, kata Yogen, penyidik berkoordinasi dengan ahli pidana yang berpendapat bahwa tindakan Putri Balqis dan suaminya merupakan bagian dari unsur pidana. Sehingga, keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus KDRT tersebut.
"Pelaku (suami) kami tetapkan sebagai tersangka, begitu pun juga sang istrinya," ucap Yogen.
Lebih lanjut, beber dia, Putri Balqis ditahan karena tidak kooperatif selama proses penyelidikan dan penyidikan.
"Istri ini memang sejak awal tidak kooperatif, mulai dari tahap pemeriksaan sebagai saksi, hingga tahap penyidikan, dia tidak hadir saat dipanggil," ungkap Yogen.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
