
Maria Gabriella bersama ibunya Brigita Titis Sulistyo. (Instagram @brigitatitis)
JawaPos.com - Maria Gabriella atau Gaby hilang sejak Rabu (5/11). Kedua orang tuanya, Brigita Titis dan Yohanes, tidak berdiam diri. Seminggu terakhir boleh jadi menjadi pekan paling panjang dalam hidup mereka. Sampai Gaby ditemukan kemarin sore (12/11), pasangan suami istri tersebut sudah kesana kemari mencari putri mereka.
Brigita pertama kali menyadari Gaby hilang setelah remaja berusia 16 tahun itu tidak kunjung pulang pada Rabu pekan lalu. Dia kemudian mengabari suaminya bahwa pelajar kelas XI SMA Strada St Thomas Aquino, Kota Tangerang, Banten itu tidak bisa dihubungi. Pencarian panjang pun dimulai. Telepon genggam yang dibawa oleh Gaby sempat menunjukkan beberapa lokasi.
Semua lokasi itu sudah didatangi oleh Brigita dan suaminya. Dari Manggarai, Depok, sampai Ancol. Namun, mereka tidak berhasil menemukan Gaby. Besoknya, pada Kamis (16/11), Brigita membuat laporan polisi ke Polres Metro Tangerang Kota (Tangkot). Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/1737/XI/2025/PMJ/Restro Tng Kota.
Pencarian pun diteruskan. Kali ini dengan bantuan petugas kepolisian. Namun, sampai Selasa (11/11), Gaby tidak kunjung ditemukan. Pihak keluarga menduga Gaby dibawa lari oleh seorang pria yang tergabung dalam jejaring pelaku tindak kejahatan. Informasi itu dibagikan oleh keluarga Gaby melalui sebaran informasi yang akhirnya viral di media sosial dan pesan berantai WhatsApp.
”Mohon maaf, sejak Rabu 5 November anak kami tidak pulang, dilarikan oleh laki-laki yang terduga juga otak kejahatan terorganisir. Nomor handphone (Gaby) sudah tidak aktif, sehingga tidak bisa dilacak oleh kepolisian,” bunyi sebaran informasi tersebut.
Dalam sebaran informasi itu, turut disertai identitas Gaby dan nomor telepon ayah serta ibunya. Sejak viral, warganet ikut membantu pencarian dan memberikan dukungan kepada orang tua Gaby. Aparat kepolisian dari Polres Metro Tangkot pun bergerak cepat. Rabu siang (12/11) sempat muncul informasi bahwa Gaby sudah ditemukan, namun pihak keluarga membantah.
”Saya Yohanes orang tua dari Gaby yang hilang per 5 November lalu. Sampai saat ini (Gaby) belum ditemukan,” tulis Yohanes pada status WhatsApp-nya.
Kini polisi tengah melakukan pendalaman atas dugaan pelanggaran pasal 332 KUHP. Kasat Reskrim Polres Metro Tangkot Kompol Awaludin Kanur menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman atas motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Mengingat laporan polisi yang dibuat oleh keluarga Gaby adalah dugaan tindak pidana membawa pergi perempuan di bawah umur tanpa izin orang tua.
”Kami akan terus melakukan pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana sesuai Pasal 332 KUHP,” terang dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
