
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, M. Fuadi Luthfi. (Istimewa)
JawaPos.com - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD DKI Jakarta meminta program prioritas pemasangan kamera pengawas (CCTV) di tingkat RT dan RW tidak terdampak rencana efisiensi anggaran Pemprov DKI Jakarta. Sebab, program ini berkaitan dengan keamanan lingkungan warga.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, M. Fuadi Luthfi mengatakan, keselamatan dan keamanan warga harus menjadi prioritas pemerintah. Oleh karena itu, program-program yang bersentuhan dengan hal itu tidak boleh dikurangi anggarannya.
“Gubernur DKI harus komit terhadap janjinya. Jangan sampai efisiensi anggaran dijadikan alasan untuk menghapus atau menunda pemasangan CCTV di kampung-kampung padat penduduk,” kata Fuadi dalam keterangan tertulis, Jumat (24/10).
Fuadi mengaku tidak menentang rencana efisiensi anggaran. Hanya meminta anggaran pemasangan CCTV yang dikecualikan.
“Kami tidak setuju adanya pemotongan anggaran CCTV di Diskominfotik DKI. Anggaran ini justru penting untuk menjawab aspirasi warga yang ingin lingkungannya lebih aman dan tertib,” ujarnya.
Dia mengungkap bahwa banyak aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya CCTV di lingkungannya. CCTV ini dibutuhkan warga untuk mencegah terjadinya kriminalitas, terutama di kawasan padat penduduk.
Program pemasangan CCTV di tingkat RT/RW sejatinya merupakan bagian dari janji kampanye pasangan Pramono Anung – Rano Karno, yang ingin menjadikan Jakarta sebagai Global City dengan tata kelola modern dan sistem keamanan berbasis teknologi.
“CCTV bukan sekadar kamera, tapi simbol keseriusan Pemprov dalam membangun Jakarta yang aman, tertib, dan berdaya saing global,” kata Fuadi.
Menurut data Pemprov DKI, hingga pertengahan 2025 telah terpasang sekitar 2.998 unit CCTV, dengan tambahan 454 unit pada perubahan APBD tahun ini. Target ideal yang ditetapkan pemerintah mencapai 70 ribu unit CCTV untuk seluruh wilayah DKI Jakarta.
Sebagaimana diketahui, Pemprov berencana memotong anggaran Rp 144 miliar di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta tahun anggaran 2026.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
