
Sejumlah pekerja beraktifitas di sekitar pembangunan tanggul beton pemecah gelombang di pelabuhan PT. Karya Citra Nusantara di Cilincing, Jakarta, Jumat (12/09/2025). Sejumlah pekerja beraktifitas di sekitar pembangunan tanggul beton pemecah gelombang di
JawaPos.com - Sebuah pagar beton di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, tengah jadi sorotan. Video yang memperlihatkan bangunan tersebut viral di media sosial karena disebut menghalangi akses nelayan untuk melaut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menegaskan pihaknya akan memanggil PT Karya Citra Nusantara (KCN) untuk bertanggung jawab.
"Kami akan memanggil pelaku usaha untuk segera memformulasikan kompensasi dari dampak pembangunan tersebut kepada nelayan," ujar Hasudungan, Rabu (17/9).
Selain kompensasi, Pemprov DKI juga meminta PT KCN memperbaiki kualitas lingkungan laut yang terdampak material tanggul beton.
"Diantaranya dengan mendekatkan fishing ground dengan perbaikan lingkungan perairan dan pemberian rumpon untuk mendekatkan ikan," terangnya.
Hasudungan memastikan nelayan yang terdampak akan didata secara detail agar bantuan tepat sasaran.
"Kami akan pastikan nelayan terdampak terdata dengan baik, serta mendata juga kebutuhan nelayan agar kompensasi yang diberikan tepat sasaran dan tepat guna," tegasnya.
Menanggapi ramainya protes nelayan, Direktur Utama PT KCN, Widodo Setiadi, sebelumnya menyatakan akan melakukan pendataan lebih dulu. Sebab, perusahaan hanya akan fokus pada nelayan yang berada di sekitar Cilincing.
"Karena tadi kami tegaskan, kami akan fokus pada nelayan Cilincing yang kebetulan keberadaannya, tadi kita sudah jelasin ini ada diapit oleh Pelindo dan KCM," terangnya, Jumat (12/9).
Menurut data yang ia pegang, ada sekitar 700 nelayan dengan 1.100 kapal di kawasan Kalibaru–Cilincing–Marunda yang akan menjadi prioritas perhatian.
"Kami akan mencari formula apa yang bisa membantu," imbuh Widodo.
Sebelumnya, video keluhan nelayan terkait tanggul beton ini viral di Instagram. Dalam rekaman tersebut, terdengar seorang nelayan menyebut panjang tanggul mencapai 2–3 kilometer.
"Jadi nelayan kesulitan mencari ikan. Dia harus memutar jauh dengan adanya tanggul beton ini," ucap seorang nelayan dalam video.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
