
Ilustrasi pembunuhan. (Ardika/Antara)
JawaPos.com - Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya/Jayakarta memastikan keterlibatan seorang prajurit TNI dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan Mohammad Ilham Pradipta. Dalam kasus yang menyebabkan kepala cabang (kacab) Bank BUMN Cempaka Putih meninggal dunia, Polda Metro Jaya telah menangkap 15 tersangka.
Komandan Pomdam Jaya/Jayakarta Kolonel CPM Donny Agus terduga pelaku berlatar belakang prajurit TNI berinisial FH dengan pangkat kopda. Saat ini, yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Pomdam Jaya/Jayakarta di Rumah Tahanan (Rutan) Militer Guntur. Keterlibatan FH dalam kasus tersebut masih didalami.
"Terduga pelaku dengan inisial kopda FH, terhadap yang bersangkutan sudah dilakukan penahanan dan ditetapkan sebagai tersangka," terang dia saat dikonfirmasi pada Jumat (12/9).
Menurut Kolonel Donny, saat peristiwa penculikan dan pembunuhan Ilham terjadi pada akhir Agustus lalu, status kopda FH dalam pencarian satuan asalnya. Sebab, dia tidak hadir dan tidak berdinas tanpa izin kepada satuan maupun atasannya. Meski belum menyebut satuan asalnya, penyidik Pomdam Jaya/Jayakarta berhasil mengungkap peran pelaku.
"Peran yang bersangkutan sebagai perantara untuk mencari orang guna menjemput paksa (korban)," jelasnya.
Kasus tersebut terungkap setelah aparat kepolisian mendapat laporan dari masyarakat di wilayah Bekasi ihwal temuan jenazah misterius pada Kamis (21/8). Belakangan diketahui bahwa jenazah itu adalah Mohammad Ilham Pradipta, kepala cabang bank BUMN Cempaka Putih yang diculik pada Rabu (20/8).
Video rekaman Closed Circuit Television (CCTV) menjadi bukti bahwa Ilham diangkut paksa oleh beberapa orang tidak dikenal dari salah satu pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta Timur. Dia dibawa oleh orang tidak dikenal itu setelah rapat bersama beberapa orang.
Untuk mengungkap kasus penculikan dan pembunuhan tersebut, Polda Metro Jaya telah mengamankan 15 orang. Pada Selasa (26/8) Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pendalaman. Selain memeriksa 15 orang tersebut, penyidik juga mencocokan barang bukti yang sudah mereka temukan.
"Jadi, mohon waktu. Terhadap 15 orang ini masih terus dilakukan pendalaman. Pemeriksaan itu dilakukan secara hati-hati, mendalam, menunjukkan barang bukti, mencocokkan setelah orang yang diamankan," kata dia.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
