Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Mei 2026 | 15.59 WIB

Tak Cuma Polisi, TNI Ikut Dilibatkan Berantas Begal Jakarta: Kodam Jaya Terjunkan Batalyon Tempur

Penampakan Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Penampakan Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Aksi kriminalitas jalanan di ibu kota kini mendapat perhatian ekstra serius. Tak hanya kepolisian, prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari satuan batalyon tempur kini resmi diterjunkan ke jalanan untuk memburu pelaku begal di Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Langkah tegas ini diambil oleh Kodam Jaya/Jayakarta guna memperkuat jajaran Polda Metro Jaya dalam memberantas aksi begal yang kian meresahkan masyarakat.

Batalyon Tempur Turun Tangan Back-Up Polisi
Sinergi antara TNI dan Polri ini menyasar berbagai tingkatan wilayah. Semua unsur dikerahkan, mulai dari level Koramil yang berduet dengan Polsek, Kodim dengan Polres, hingga tingkatan Kodam bersama Polda Metro Jaya.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya/Jayakarta Letkol Arh Noor Iskak menegaskan, keterlibatan pasukan elite tempur ini menjadi bukti komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan Jakarta.

"Kami sudah melaksanakan kegiatan patroli-patroli bersama mulai dari tingkat bawah koramil-polsek, kodim-polres, sampai dengan polda-kodam. Satuan yang kami libatkan selain dari satuan wilayah kodim, kami juga melibatkan satuan batalyon tempur untuk mem-back up dan menambah personel kegiatan patroli," ujarnya dikutip Minggu (24/5).

Letkol Noor Iskak menambahkan, situasi keamanan Jakarta dan sekitarnya wajib dijaga bersama secara gotong royong dengan seluruh lapisan masyarakat.

"Harapannya adalah bisa memberikan rasa aman dan sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat. Kodam Jaya akan terus mem-backup, mendukung dan men-support kegiatan pengamanan yang dilaksanakan oleh Polda Metro Jaya," tegasnya.

Jakarta Darurat Begal: Seribuan Kasus dalam 3 Pekan
Pengerahan batalyon tempur TNI ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data kepolisian, grafik kejahatan jalanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya memang sedang mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin membeberkan, sepanjang periode 1 hingga 22 Mei 2026, tercatat ada 1.283 laporan kejahatan jalanan yang masuk ke mejanya. Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) mendominasi daftar hitam tersebut.

"Kemudian pencurian biasa 396 laporan, pencurian kendaraan bermotor 209 laporan, dan pencurian dengan kekerasan 27 laporan," terang dia.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore