Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 18.04 WIB

Tingkatkan Transaksi Non Tunai, Gubernur Jakarta Pramono Anung Inisiasi Lomba Pasar Tradisional

Pemprov DKI mendorong transaksi non tunai meningkat di pasar tradisional. (Masria Pane/Jawa Pos) - Image

Pemprov DKI mendorong transaksi non tunai meningkat di pasar tradisional. (Masria Pane/Jawa Pos)

JawaPos.com-Mewujudkan kota global yang berdaya saing, Pemprov DKI mendorong transaksi non tunai meningkat di pasar tradisional. Salah satunya, melaksanakan lomba digitalisasi pasar yang dilaksanakan mulai dari 22 Juli hingga 17 Agustus 2025, dengan melibatkan 20 dari 153 pasar tradisional di Jakarta.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menuturkan, pendekatan melalui lomba itu berdampak terhadap penggunaan transaksi dengan QRIS hampir 47 persen di 20 pasar yang dilombakan. Tidak hanya itu, para perbankan juga bersaing turun ke para pedagang meningkatkan transaksi non tunai tersebut.

“Terus terang, saya salah satu inisiator awal lomba ini. Saya berpikirnya sederhana begini, digitalisasi tidak bisa dihindarkan. Tetapi kalau proses literasinya tidak dilombakan, para perbankan tidak diadu, pasarnya tidak diamati, pasti tidak akan terjadi lompatan, lonjakan. Saya juga tidak membayangkan kenaikannya hampir di atas 40 persen,” terang Pramono Anung.

Selain QRIS, lomba itu juga menunjukkan kenaikan NPWP, dari 1.720 pedagang menjadi 2.129 pedagang, serta transaksi e-commerce melonjak lebih dari 40 persen. Dengan dampak yang signifikan itu, Pram berencana memperluasnya, dengan tidak hanya melibatkan 20 pasar, tetapi juga 133 pasar lainnya.

Untuk lomba itu, Pram juga melombakan aspek pasar dan perbankan dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI). Adapun kategori lomba yakni Literasi Terbaik dan Teraktif, Digitalisasi Keuangan Terbaik, dan Akses Keuangan Termasif.

Bank Jakarta, salah satu perbankan yang memperoleh tiga penghargaan dari lomba itu. Yakni, sebagai Mitra Perbankan Terbaik Kategori Pasar Tipe B (Pasar Koja), dan Pasar Tipe A (Pasar Mayestik), serta sebagai Mitra Bank Literasi Keuangan Terbaik Kedua.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menuturkan, Lomba Digitalisasi Pasar itu menjadi ajang untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan.

“Kami memandang digitalisasi pasar tradisional sebagai bagian dari transformasi ekosistem keuangan Jakarta. Upaya ini tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi melalui QRIS dan EDC, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi para pelaku UMKM untuk masuk dalam sistem keuangan formal,” kata Agus H. Widodo .

Dia juga menyampaikan, Bank Jakarta berkomitmen menjadikan digitalisasi sebagai fondasi pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Jakarta.

Untuk lomba itu, ada beberapa aspek penilaian. Antara lain, ketersediaan pembayaran non-tunai seperti QRIS, mesin EDC, sistem pembayaran digital Content Management System atau CMS, serta penggunaan kanal digital lokapasar dalam memasarkan produknya. Keberadaan pembayaran digital di fasilitas parkir dan kebersihan pasar juga ikut dinilai.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore