
Ilustrasi LGBT
JawaPos.com - Event Bekasi Color Run LightFest 2025 menuai polemik. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi meminta agar acara tersebut tidak dapat dilaksanakan. Namun, panitia penyelenggara bersikeras event tetap berlangsung sesuai jadwal.
Dilansir dari Radar Bekasi (JawaPos Group), Ketua MUI Kota Bekasi, Saifuddin Siroj, mengungkapkan keputusan ini diambil setelah rapat bersama Badan Kesbangpol Kota Bekasi.
Terdapat dua alasan dibalik penolakan Bekasi Color Run LightFest 2025. Pertama, karena dianggap terindikasi mengandung unsur LGBT. Kedua, dinilai mubazir dan tidak mendidik bagi generasi muda.
"Karena itu terindikasi ada unsur LGBT, yang kedua itu terindikasi mubazir dan tidak mendidik generasi muda," ujarnya dikutip JawaPos.com, Rabu (20/8).
Menurutnya, Color Run tidak ada kaitannya dengan olahraga dan hanya sebatas hiburan.
"Tidak, tidak ada unsur olahraga itu, itu cuma hura-hura. Dan tidak ada dasar-dasar yang melegalkan kegiatan-kegiatan seperti itu," sambungnya.
Saifuddin menambahkan, Bekasi masih memiliki banyak kegiatan tradisional yang bisa dijalankan.
“Masih banyak kegiatan-kegiatan tradisional kita di Kota Bekasi kok, masa kegiatan luar seperti itu,” imbuhnya.
Berbeda dengan MUI, pihak panitia menyatakan acara Bekasi Color Run LightFest 2025 tetap digelar pada Minggu, 7 September 2025.
"Tidak batal," tulis panitia kepada Radar Bekasi melalui pesan langsung akun Instagram @colorrunlightfest, Kamis (14/8).
Panitia membantah pernyataan MUI yang menyebut acara ini terindikasi LGBT.
"Apa yang diberitakan tidak sesuai, mungkin itu tanggapan dari MUI," jelas panitia.
Pihak penyelenggara juga menegaskan Color Run sudah sering digelar di berbagai kota besar di Indonesia dengan antusiasme tinggi.
"Selama ini kami menyelenggarakan kegiatan tidak hanya di Bekasi saja. Track record kami juga sudah banyak di kota kota besar dan jumlah antuasme dari peserta juga ramai," ungkap panitia.
Panitia juga menepis tudingan bahwa event berkaitan dengan LGBT.
"Perkara hanya kata ‘color run’ saja dianggap LGBT, padahal event kita hanya fun run 5k saja," imbuhnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
