JawaPos.com - Penyidik Polres Bogor masih menunggu hasil visum Bahar bin Smith. Visum ini untuk memastikan sumber luka yang dialami Bahar di perut. Pasalnya, penyidik belum bisa mengkonfirmasi kebenaran jika Bahar benar ditembak orang.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, Bahar baru membuat laporan polisi di Polsek Kemang, Bogor sehari setelah peristiwa. Saat itu, Bahar datang dengan kondisi luka di perut sudah diperban.
"Rekan Sayyid Bahar datang ke Polsek hari Sabtu, saat sudah diobati dan luka tertutup perban dan sesuai keterangannya peristiwanya Jumat," kata Ibrahim saat dikonfirmasi, Selasa (16/5).
Oleh karena itu, penyidik belum bisa mengkonfirmasi jika luka tersebut bekas tembakan. Karena harus menunggu hasil visum terlebih dahulu.
Selain itu, penyidik juga tak menemukan saksi yang melihat langsung peristiwa penembakan. Serta tidak ada proyektil peluru di lokasi kejadian. "Tidak ditemukan ada proyektil," jelas Ibrahim.
Sebelumnya, Bahar bin Smith dikabarkan menjadi korban penembakan orang tidak dikenal (OTK). Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Jumat (12/5) di wilayah Bogor.
Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengonfirmasi pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa ini. Penyidik pun sudah memulai proses penyelidikan.
"Kami sudah menerima laporan yang disampaikan Habib Bahar kepada pihak kepolisian, dan saat ini kami sedang menindaklanjuti laporan tersebut," kata Iman saat dikonfirmasi, Senin (15/5).
Bahar mengaku ditembak saat menguji coba mobil yang baru selesai diperbaiki oleh santrinya. Penyidik pun masih mengumpulkan alat bukti dan petunjuk untuk mengungkap kasus ini.
"Kami sudah olah TKP dan akan meminta keterangan terhadap saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut," jelas Iman.
Laporan Bahar diterima oleh Polsek Kemang, Bogor pada Jumat (12/5) sekitar Pukul 21.45 WIB dengan nomor LP/--/B/V/2023/SPKT/POLSEK KEMANG/POLRES BOGOR/POLDA JABAR. Dalam laporan itu disebutkan, peristiwa penembakan terjadi di sekitar Pusdiklat Dishub, Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor.