Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Agustus 2025 | 23.03 WIB

Urai Kusutnya Lalu Lintas di Stasiun Rawa Buntu, Dishub Tangsel Tutup U Turn Pagi dan Sore

Petugas Dishub Tangsel atur lalu lintas di sekitar kawasan Stasiun Rawa Buntu, Serpong. (Dok. Dishub Tangsel)

JawaPos.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Stasiun Rawa Buntu, Serpong. Langkah itu untuk mengurai kusutnya kemacetan yang selama ini terjadi di sekitar Stasiun Rawa Buntu pada jam sibuk. 

Salah satu skenario utama adalah penutupan sementara u-turn (putaran balik) terlindungi eksisting, yaitu u-turn pintar di Stasiun Rawa Buntu pada pagi hari pukul 06.00-09.00 WIB dan sore hari pukul 16.30-19.00 WIB.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena, rekayasa lalu lintas tersebut dimulai sejak 11 Agustus 2025. 

Kondisi sebelum penanganan di area tersebut cukup kompleks. Penyebab utama kemacetan antara lain penyempitan jalan dari empat lajur menjadi dua lajur di sekitar Kafe Hungry Eat, volume kendaraan yang tinggi akibat aktivitas sekolah dan kerja, serta beberapa titik simpang yang menimbulkan tundaan lalu lintas.

"Panjang antrian lebih tinggi dari arah Tekno menuju BSD bisa mencapai 2,7 kilometer. Sedangkan dari arah BSD menuju Tekno sekitar 956 meter, pada waktu pagi hari," jelas Martha kemarin (12/8).

Selain itu, kondisi u-turn De Latinos juga cukup padat karena terdapat beberapa kendaraan yang crossing sehingga menimbulkan konflik lalu lintas. Kondisi u-turn pavilion relatif normal apabila u-turn terlindungi terbuka.

Setelah pemberlakuan rekayasa lalu lintas dengan sejumlah penataan, seperti buka tutup u-turn pintar terlindung secara tentatif, pemisahan jalur drop off, penataan pedagang kaki lima (PKL) dan pengaturan parkir angkot, terjadi pengurangan antrian. Antrian dari arah Tekno ke BSD berkurang yang sebelumnya 2,7 kilometer menjadi 2 kilometer. Sedangkan dari BSD ke Tekno turun yang awalnya 956 meter menjadi 715 meter.

"Kondisi lalu lintas masih padat, namun sudah lebih mengalir. Selain itu, dengan tidak adanya PKL dan parkir liar di bahu jalan, kepadatan bisa berkurang signifikan. Rekayasa lalu lintas, seminggu ini terus dievaluasi," imbuh Martha. (mim)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore