Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Juli 2025 | 18.30 WIB

75 Adegan Mengerikan Terungkap! Kronologi Lengkap Pembunuhan Wanita Diborgol dan Diperkosa di Cisauk

Rekonstruksi kasus pembunuhan perempuan berinisal APSD di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangeran. (Istimewa)

JawaPos.com – Fakta-fakta baru terkuak dalam rekonstruksi kasus pembunuhan sadis seorang wanita berinisial APSD, 22, yang jasadnya ditemukan dengan kondisi tangan terborgol di Desa Cibogo, Cisauk, Tangerang. 

Rekonstruksi yang digelar penyidik Polda Metro Jaya itu memperagakan 75 adegan mengerikan. Mulai dari aksi pemerkosaan, penyiksaan hingga pembunuhan keji oleh tiga pelaku yang salah satunya masih di bawah umur.

“Jadi, untuk rekonstruksi hari ini diagendakan ada 65 adegan. Namun, hasil perkembangan di TKP menjadi 75 adegan," ujar Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Charles Bagaisar di Tangerang, Selasa (22/7).

Dalam rekonstruksi itu, seluruh pelaku dihadirkan, yaitu RRP, 19, IF, 21, dan AP, 17, yang berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). Dari rekonstruksi tersebut, penyidik mengungkap betapa keji tindakan para pelaku terhadap korban.

Pada adegan ke-25 hingga ke-40, digambarkan secara rinci penyiksaan keji terhadap korban. Mulai dari pembekapan, pemborgolan, pemerkosaan, hingga pembunuhan. Para pelaku bahkan diketahui memerkosa korban secara bergantian sebelum menghabisi nyawanya.

“Untuk barang bukti borgol yang dipakai pelaku, didapat dari rumah pelaku yang kebetulan orangtua RRP berprofesi sebagai security di Jakarta Barat,” beber Charles.

Tim penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa beberapa orang saksi dan menghadirkan mereka di TKP kejadian pembunuhan. Selain itu, penyidik masih menyelidiki terkait kondisi korban yang disebutkan dalam kondisi hamil.

"Saat ini masih penyelidikan dan pengembangan terkait dugaan kehamilan korban," katanya.

Sebelumnya, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak mengungkap motif pembunuhan didasari dendam sakit hati karena urusan utang sebesar Rp 1,1 juta. Pelaku menagih utang tersebut dengan mempostingnya di status WhatsApp.

RRP tersinggung karena APSD dianggap mengumbar aib dengan menagih utang lewat story WhatsApp. Lalu ia pun mengajak korban ke sebuah rumah kontrakan di Cisauk dengan dalih ingin melunasi utang. 

Namun diam-diam pelaku telah menyiapkan pisau, gunting, obeng, dan borgol untuk melancarkan rencana jahatnya.

Saat didatangi, pelaku tetap enggan membayar.  Ketika korban ingin pergi karena tidak diberikan uang, pelaku RRP langsung menyerang dan membekap korban. Pelaku lain IF dan AP ikut membantu dengan memborgol dan memegangi korban.

“Saat korban terjatuh, pelaku AP dan IF langsung datang memborgol tangan dan memegangi kaki korban. Setelah itu, korban dibawa ke teras rumah dan diperkosa secara bergantian oleh para pelaku,” tegas Reonald.

Tak sampai di situ, korban kemudian diseret ke lahan kosong yang hanya berjarak 30 meter. Di tempat itulah, aksi pembunuhan keji terjadi.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore