Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Juni 2025 | 22.46 WIB

Anak Terlantar Korban Kekerasan di Jaksel Jalani Dua Kali Operasi, Polri Pastikan Penanganan Intensif

Dirtipid PPA-PPO Brigjen Pol Nurul Azizah. (Humas Polri) - Image

Dirtipid PPA-PPO Brigjen Pol Nurul Azizah. (Humas Polri)

JawaPos.com - Penanganan anak terlatar korban kekerasan yang ditemukan di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel) terus berjalan. Sampai hari ini (20/6), korban sudah menjalani dua kali operasi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim). Polri memastikan korban ditangani secara intensif. 

Direktur Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak dan Pidana Perdagangan Orang (Dirtipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri Brigjen Pol Nurul Azizah menyampaikan bahwa kondisi fisik korban menunjukkan perbaikan signifikan. Itu tampak setelah korban menjalani penanganan medis secara intensif.

Nurul menyebut, dua operasi yang dilakukan terhadap korban terdiri atas operasi bedah ortopedi dilakukan pada 14 Juni 2025 lalu. Sedangkan operasi kedua pada 18 Juni dilaksanakan untuk menutup luka terbuka pada bagian bawah dagu korban. Kedua operasi tersebut berjalan lancar. 

”Alhamdulillah kedua operasi telah berjalan dengan baik. Saat ini kondisi anak dalam keadaan sehat dan terus mendapatkan pemulihan secara menyeluruh, baik fisik maupun psikologis,” ungkap Nurul kepada awak media di Jakarta.

Tidak hanya aspek medis, Polri memastikan bahwa perhatian juga diberikan terhadap aspek administratif dan pelindungan sosial. Dinas Sosial (Dinsos) Jakarta telah memfasilitasi pembuatan BPJS Kesehatan bagi anak korban dengan status sebagai Orang Terlantar atau OT. 

Pagi tadi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memimpin pelaksanaan case conference bersama lintas sektor. Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek penting dalam penanganan kasus tersebut, termasuk proses hukum dan pelindungan anak sebagai korban.

”Beberapa poin penting yang dibahas dalam rapat koordinasi antara lain proses hukum saat ini masih dalam tahap penyelidikan, identitas anak korban belum diketahui secara pasti, begitu pula dengan para saksi yang tidak memiliki identitas resmi,” imbuhnya.

Untuk itu, Dinsos Jakarta akan menyusun Laporan Sosial (Lapsos) dan memberikan pendampingan intensif. Rencana tindak lanjut dalam kasus itu mencakup pemulihan fisik, pendampingan psikososial oleh pekerja sosial, serta penempatan anak di rumah aman.

Nurul menegaskan bahwa penyidik Polri terus bekerja untuk mengungkap asal-usul dan identitas anak korban. Termasuk diantaranya pemeriksaan visum dan pengumpulan alat bukti sebagai langkah awal dari tahap penyelidikan menuju tahap penyidikan.

”Pimpinan Polri berkomitmen penuh untuk menuntaskan kasus ini dengan menjunjung tinggi prinsip perlindungan anak dalam setiap proses hukum yang dilakukan. Kami tidak akan berhenti sebelum kebenaran terungkap dan hak-hak anak terpenuhi secara adil,” kata dia menegaskan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore