
Relawan pelestarian lingkungan Indonesia Care dalam aksi bersih-bersih Sungai Ciliwung, Condet, Jakarta Timur, Kamis (19/6). (Dok. Indonesia Care)
JawaPos.com - Kepedulian masyarakat di Jakarta dan sekitarnya terhadap lingkungan masih rendah. Padahal kelestarian lingkungan bisa berdampak pada keselamatan mereka. Terutama dalam pemanfaatan daerah aliran sungai (DAS) sebagai permukiman.
Kini di sepanjang Sungai Ciliwung keberadaan permukiman liar terus bertambah dan memakan badan sungai. Akibatnya lini Sungai Ciliwung makin sempit. Situasi sangat membahayakan masyarakat. Jika hujan tiba dengan volume tinggi dan air meluber, maka menjadi banjir.
“Saat ini kondisi Sungai Ciliwung mengalami penyempitan akibat permukiman liar yang berdiri terlalu dekat dengan aliran sungai. Idealnya, area 10 meter dari bibir sungai harus steril dari bangunan. Kalau banjir datang yang sering disalahkan pemerintah, padahal masalahnya ada di hulunya,” ungkap Ketua Squad Penanggulangan Bencana Indonesia (PBI) Subur Rojinawi di DAS Ciliwung, Condet, Jakarta Timur, hari ini (19/6).
Subur Rojinawi menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian ekosistem sungai. Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, komunitas, dan dunia usaha untuk bersinergi menjaga sungai sebagai aset lingkungan. “Jangan jadikan sungai sebagai tempat sampah, tapi jadikan sungai sebagai hiasan depan rumah,” ujarnya di sela-sela aksi bersih-bersih sampah di bantaran sungai Ciliwung.
Selain kegiatan juga diisi dengan aksi bersih-bersih sampah di bantaran sungai, Squad PBI bersama pemangku kepentingan lainnya melakukan penanaman pohon, dan dilanjutkan dengan diskusi lingkungan bertajuk Ngobrol Peduli Lingkungan (Ngopling). Diskusi itumelibatkan puluhan wartawan, relawan, dan karyawan PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI).
Di tempat yang sama, Nanda dari Komunitas Baca Ciliwung (KBC) berharap kolaborasi pentahelix dalam pelestarian Ciliwung. "Kita ingin semua pihak memberikan perhatian untuk penyelamatan sungai ini," ujar Nanda.
Adapun saat ini sedang digalakkan menjadikan Ciliwung sebagai teras. "Jika sungai menjadi teras, maka sungai akan ditempatkan sebagai wajah depan rumah. Tentu dengan begitu ogah buang sampah di depan rumah," terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Technical Support Manager PPLI Muhammad Yusuf Firdaus mengatakan, penanaman pohon merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PPLI dalam mendukung pencegahan banjir dan pelestarian lingkungan, khususnya di wilayah Jabodetabek.
"Kegiatan ini juga menjadi kelanjutan dari aksi serupa yang kami lakukan di hulu Sungai Ciliwung, Telaga Saat, Bogor, pekan lalu,” ujar Technical Support Manager PPLI Muhammad Yusuf Firdaus.
Sebagai perusahaan pengolahan limbah industri yang telah hadir lebih dari tiga dekade di Indonesia, PPLI secara konsisten melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan. Beberapa program yang telah dijalankan antara lain penanaman hutan karbon, konservasi mangrove, pelepasan penyu, bersih-bersih sungai dan pelepasan ikan, hingga pelestarian satwa langka seperti Elang Jawa.
“Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan selama PPLI hadir di bumi Indonesia. Ini sejalan dengan core bisnis kami dalam pengelolaan limbah industri secara bertanggung jawab demi menjaga kelestarian lingkungan,” tambah Yusuf.
Direktur Eksekutif Indonesia CARE Lukman Azis mengapresiasi kepedulian PPLI terhadap lingkungan hidup. “PPLI adalah salah satu perusahaan yang rutin berkolaborasi dengan kami dalam berbagai program pelestarian dan kampanye penyelamatan lingkungan. Semoga aksi ini dapat menginspirasi pelaku usaha lain untuk terlibat aktif,” tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan lingkungan dan penanggulangan bencana, PPLI juga menyerahkan hibah satu unit perahu karet LCR kepada Indonesia CARE. Perahu itu akan dimanfaatkan dalam kegiatan pelestarian sungai sekaligus evakuasi saat terjadi bencana banjir di wilayah sungai.
