Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 April 2025 | 21.18 WIB

Pertemukan Direktur Taman Safari Indonesia dengan Eks Pemain Sirkus OCI, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Pakai Hati Aja Deh

Sejumlah mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) mengikuti rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Sejumlah mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) mengikuti rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Polemik antara mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) dan pihak Taman Safari Indonesia semakin memanas.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun mempertemukan Direktur Taman Safari Indonesia (TSI) dengan para mantan pemain sirkus OCI. 

Dalam pertemuan itu, Kuasa hukum mantan pemain sirkus OCI Muhammad Sholeh menegaskan, keberadaan TSI tidak bisa dipisahkan dengan OCI.

"Menurut saya, para korban yang selalu sakit hati karena selalu antara Taman Safari dengan OCI selalu dipisahkan," ujar Soleh dikutip dari Youtube pribadi Dedi Mulyadi, Rabu (30/4).

Ia menjelaskan, Taman Safari dan OCI didirikan oleh orang yang sama. Sebelum Taman Safari berdiri, kesuksesan awalnya justru ditopang oleh para pemain OCI.

"Padahal menurut para korban, sebelum ada Taman Safari ya OCI. Sehingga sukses, menjadi kaya, bikin Taman Safari 1, bikin 2, bikin di Bali itu ya mereka, OCI," lanjutnya.

Tak hanya itu, Soleh juga menyoroti bubarnya OCI pada 2019 dan fakta bahwa aset-aset OCI kini dipajang di Museum Taman Safari Prigen, Jawa Timur. "Jadi kalau ngomong gak ada kaitannya, gak terdaftar, menurut saya begini ini bukan sebuah solusi," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Taman Safari Indonesia Aswin Sumampau membantah adanya kesatuan antara kebun binatang yang dikelolanya dengan sirkus OCI. Oleh sebab itu, Taman Safari tidak mengeluarkan uang seperti apa yang diminta oleh para mantan pemain sirkus OCI. 

"Saya sebagai Direktur Utama PT Taman Safari pastinya tidak bisa mengeluarkan uang dari PT Karena ini bukan hal PT. Dan beberapa hal yang disebutkan oleh Ci Fifi maupun Ci Lisa ini bersifat sangat-sangat personal. Terhadap nama-nama tertentu juga. Jadi bukan terhadap PT-nya sebenarnya gitu loh," terangnya. 

"Jadi oleh karena itu saya sangat-sangat terbatas gerak saya sebagai direktur PT. Tapi sebagai pribadi, sebagai keluarga, saya sudah mencoba menghubungi, saya sudah salamin," sambungnya.

Meski begitu, ia mengakui para eks pemain sirkus OCI dulunya dirawat oleh sang kakek. Sang kakek pun telah meninggal dunia pada 2003 silam. 

"Dan kakek saya sudah almarhum di tahun 2003. Dan tidak pernah lagi ada anak-anak di Taman Safari yang diambil olehnya," katanya. 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap kasus ini dapat segera diselesaikan agar tidak menjadi konflik berkepanjangan.

"Ada hal yang dalam hidup kita harus disadari Adalah kita bisa menang di peradilan, kita bisa menang di atas kertas, kita bisa menang di atas akta. Tapi kita tidak akan bisa menang melawan jerit manusia yang tembus ke langit, pesan saya itu aja," katanya.

Ia juga mengingatkan kejayaan Taman Safari tak lepas dari pemanfaatan lahan negara dan peran para pemain sirkus OCI. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore