Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 00.54 WIB

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tata Kawasan Puncak, Pengelola Penginapan Beri Tanggapan

 

DIDUGA SALAHI ATURAN: Tempat wisata Hibisc Fantasy Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kamis (6/3/2025). (Foto : Hendi Novian/Radar Bogor)

 
 
JawaPos.com - Sejak menjabat, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi gencar berbenah kawasan lingkungan di sejumlah daerah di Jawa Barat. Apalagi menyusul bencana banjir di Jabotabek yang melanda beberapa waktu lalu, diduga kuat karena rusaknya ekosistem alam di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. 
 
 
Klimaksnya adalah digusurnya kawasan wisata baru bernama Hibisc Fantasy yang diduga menjadi penyebab bencana banjir di sekitar Bogor seperti Bekasi, sebagian Jakarta dan Tangerang, serta kabupaten Bogor.
 
Selain Hibisc Fantasy, sejumlah tempat wisata dan fasilitas penginapan di Puncak Bogor juga diincar. Yang diduga kuat melanggar aturan dan merusak ekosistem, disikat oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
 
Termasuk, pada 13 Maret lalu, salah satu penyedia layanan penginapan Bobobox melalui Bobocabin Gunung Mas menerima papan peringatan pengawasan terkait Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menata kawasan wisata Puncak. 
 
Antonius Bong selaku Co-Founder & President Bobobox menjelaskan, sebagai bagian dari ekosistem pariwisata yang bertanggung jawab, sejak minggu lalu Bobobox telah secara proaktif berkomunikasi dengan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dan PT Perkebunan Nusantara I Regional 2 guna membangun kesepahaman serta memperkuat koordinasi antara regulator, mitra, dan Bobobox sebagai operator. 
 
"Bobobox selalu mengutamakan kepatuhan terhadap regulasi serta prinsip pariwisata berkelanjutan dalam setiap operasional yang dijalankan. Komitmen ini juga tercermin dalam pengelolaan Bobocabin Gunung Mas, di mana Bobobox telah melengkapi berbagai perizinan yang diperlukan agar penginapan dapat beroperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku sejak mulai beroperasi pada tahun 2022," katanya kepada JawaPos.com menanggapi viralnya penataan kawasan Puncak.
 
Dirinya melanjutkan, Bobocabin pertama kali diperkenalkan pada masa pandemi COVID-19 sebagai solusi atas meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata berbasis alam. Sejak awal, pihaknya berupaya menjadi katalisator dalam memperkenalkan lebih banyak destinasi alam Indonesia melalui akomodasi yang dihadirkan. 
 
"Sejalan dengan itu, Bobobox memastikan bahwa setiap tahap pembangunan kabin dilakukan dengan memperhatikan keberlanjutan ekosistem sekitar, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan komunitas setempat," lanjut Antonius.
 
Selain itu, dibangun dengan prinsip modularitas dan konsep prefabrikasi, proses pembangunan Bobocabin dilakukan tanpa menggunakan alat berat dan tenaga konstruksi yang ekstensif. Selain itu, rasio lahan yang digunakan untuk pembangunan kabin sangat minim, sehingga sebagian besar area tetap dalam kondisi alami dan memungkinkan air hujan terserap dengan optimal ke dalam tanah. 
 
Prinsip tersebut diklaim telah menjadi standar utama yang Bobobox terapkan di semua lokasi Bobocabin, termasuk di Bobocabin Gunung Mas, guna menghadirkan akomodasi yang lebih ramah lingkungan.
 
"Bobobox juga memastikan kepatuhan terhadap Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dengan membatasi jumlah unit di Bobocabin Gunung Mas hingga 30 kabin, demi menjaga kenyamanan tamu serta menghindari kepadatan jumlah pengunjung dalam satu waktu," ungkap Antonius.
 
Bobobox juga mengklaim mendukung langkah pemerintah dalam mewujudkan tata kelola destinasi wisata yang lebih baik serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, Bobobox terbuka untuk berkoordinasi guna memastikan keseimbangan antara operasional bisnis yang bertanggung jawab dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata.
 
Sebagai mitra yang turut menjalankan Kerja Sama Operasional (KSO) dengan PT Perkebunan Nusantara I Regional 2, Bobobox akan senantiasa terlibat dalam kolaborasi penghijauan di kawasan wisata Gunung Mas sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar. 
 
Bobobox juga telah bersepakat untuk bekerja sama dalam mendukung tujuan pemerintah, yang mencakup konservasi lingkungan melalui upaya pelestarian ekosistem di kawasan wisata.
 
Pengelolaan lingkungan yang baik dengan menerapkan konsep wisata yang ramah lingkungan, seperti agroforestry, demi menjaga keseimbangan antara pariwisata dan ekosistem alam sekitar juga dikatakan telah dijalankan. (*)
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore