
Uang tunai dan cek bernilai miliaran rupiah yang dibawa pemulung di Kota Bogor.
JawaPos.com - Gelandangan yang ditemukan di Kota Bogor, Tini, 50, ternyata bukan orang biasa. Meski bekerja sebagai pemulung, ia mengumpulkan sendiri uang itu selama bertahun-tahun.
Hal itu diakui Kepala Bidang Rehabilitas Sosial Dinsos Kota Bogor, Dody Wahyudin. Dari informasi hasil assesment yang dilakukan oleh psikolog, didapati harta yang dimiliki itu merupakan hasil penjualan barang bekas termasuk pemberian dari orang lain yang dikumpulkan setiap harinya.
“Itu ada sebagian katanya hasil penjualan barang bekas, ada juga pemberian orang, dan titipan dari para pendahulu katanya yang tidak masuk di akal sehat kita. Makanya kita rujuk untuk perawatan dan pengobatan ke RSMM,” kata Dody seperti dikutip Radar Bogor (Jawa Pos Group), Senin (1/5).
Dody menjelaskan, Tini sendiri terhitung sudah tiga kali bolak balik diamankan petugas, dan dia berada di JPO panaragan sejak H+2 lebaran.
Berdasarkan penelusurannya, Tini tergolong memiliki harta yang cukup banyak. Selain memiliki banyak uang, ia juga memiliki rumah dan beberapa kendaraan roda dua.
“Ekonominya mapan. Karena anaknya tiga, ini semuanya dia yang belikan sepeda motor. Atas nama anaknya,” terang dia.
Sebelumnya, petugas sendiri sebenarnya sudah pernah melakukan evakuasi perempuan tersebut sebanyak tiga kali. Mereka selalu membawa banyak uang, pertama sebanyak Rp 18 juta, ke dua didapati sebanyak Rp 8 juta, dan terakhir juga kedapatan membawa Rp 1,8 juta.
“Sebelumnya kami sudah kembalikan ke keluarganya. Pas (diamankan) kedua, kita minta jemput keluarganya ke sini. Yang ketiga ya karena sudah buat surat pernyataan dan tidak ada niat baik dari keluarga agar Ibu Tini stay di rumah,” ucap dia.
Mantan Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bogor ini menduga, kondisi serupa hanya dimanfaatkan keluarganya untuk mencari keuntungan.
“Menurut saya, Ibu Tini hanya dimanfaatkan keluarganya. Karena rumah baru beres dibangun, motornya ada beberapa, tabungan ada buku tabungan 4 yang setiap hari seperti arisan, ATM ada,” jelas dia.
Saat ditanya alasan keluarganya tidak menjaga orang tuanya, Dody menjelaskan berdasarkan pengakuan keluarga, ibunya bekerja. Akan tetapi, keluarganya tidak mengetahui kerja dan profesinya seperti apa.
“Cuma karena ini sebagai mata pencahariannya ya dibiarin menggelandang. Meskipun tidak secara langsung jadi pengemis, namanya di situ, membuat orang lain iba untuk memberi,” ungkap dia.
Oleh karena itu, petugas Dishub melakukan evakuasi dan pembinaan secara rehabilitasi sosial. Sebab, dikhawatirkan mengundang orang lain datang ke JPO Panaragan dan akhirnya kumuh sehingga membuat pengguna jalan tidak nyaman.
“Dan kita jangan sampai ada kesan Dinsos tidak kerja sama sekali. Padahal kita sudah sering, dan ini upaya terakhir kita bawa ke RSJMM untuk dilakukan pengobatan,” imbuh dia.
Dody berharap dengan pengobatan di RSMM, menjadi sadar dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa. “Mudah-mudahan setelah pengobatan dia jadi sadar dan tahu bahwa saya agak ‘hang’. Kalau masih seperti ini, kita akan bawa ke panti rehabilitasi di Sukabumi,” tukas dia.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
