
Banjir di Jakarta Barat pada Rabu (29/1). (Abdurrahman Saleh/Jawa Pos)
JawaPos.com–Pada awal tahun, intensitas curah hujan masih tergolong tinggi. Beberapa upaya untuk mengatasi bencana yang ditimbulkan karena curah hujan tinggi telah dilakukan di sejumlah daerah.
Dikutip dari laman resmi layanan informasi Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Jakarta menilai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) efektif mengurangi banjir akibat tingginya intensitas curah hujan di Jakarta.
Upaya BPBD Jakarta tersebut menimbukan pro dan kontra. Beberapa masyarakat berpendapat bahwa OMC merupakan tindakan mitigasi bencana yang egois.
Ahli Klimatologi sekaligus Profesor Riset Klimatologi dan Perubahan Iklim di Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer BRIN Prof. Dr. Erma Yulihastin dalam laman X mengungkapkan, awan MCC kini sedang meluas di laut utara Jakarta dan akan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui laut utara dan selatan Jawa. Modifikasi cuaca sebagai cara yang ampuh dan instan sebenarnya tidak disarankan.
Apabila modifikasi dilakukan dengan tujuan mengurangi intensitas hujan di Jakarta, maka hal tersebut dapat mengakibatkan pergeseran awan menuju wilayah lain. Akibat hal tersebut, tentu modifikasi cuaca akan memicu dampak di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dampak modifikasi cuaca juga sebelumnya telah disampaikan Lapan. Pada 2021, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) pernah memberikan pencerahan terkait dampak dan bahaya modifikasi cuaca.
Menurut Lapan, segala peristiwa atau kejadian di atmosfer terjadi secara acak. Apabila ada gangguan sedikit saja, akan menimbulkan dampak fatal seperti pita hujan yang terjadi lebih cepat dan memicu pembentukan garis badai.
Modifikasi cuaca dinilai tidak efektif untuk mencegah hujan dan akan berbahaya jika terjadi cold pool. Dikutip dari Jurnal Amerika Meteorologi Masyarakat, cold pool adalah kantong udara dingin yang terbentuk oleh pendinginan awan selama curah hujan intens.
Melihat dampak yang ditimbulkan, modifikasi cuaca dengan menggeser awan hujan bukanlah tindakan yang tepat. Tindakan ini akan menimbulkan dampak besar di saat banyak awan rendah yang bergerak cepat.
Penting untuk evaluasi tindakan dengan meninjau penelitian dan mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
