
Calon gubernur DKI nomor urut 1 Ridwan Kamil bersama istrinya, Atalia Praratya, saat mencoblos di TPS 23 di Rancabentang, Kelurahan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Rabu (27/11). (Rubby Jovan/Antara)
JawaPos.com – Kubu pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO) terus mengkritik banyaknya pemilih yang tidak menerima formulir C6. Yakni pemberitahuan untuk mencoblos di TPS pada hari pemungutan suara Pilkada Jakarta 2024, Rabu (27/11).
Komisioner KPU DKI Jakarta Fahmi Zikrillah mengakui, tidak semua formulir C6 pemberitahuan terdistribusikan seluruhnya ke pemilih. Saat ini, pihaknya masih mendata jumlah formulir C pemberitahuan yang tidak dibagikan itu.
"Ya, memang tidak semua C pemberitahuan terdistribusikan. Kami juga sudah melakukan rekapitulasi di setiap kecamatan, di setiap kota dan kabupaten. Berapa jumlah C pemberitahuan yang tidak terdistribusikan," ujar Fahmi, Kamis (5/12).
Meski begitu, kata Fahmi, tidak terdistribusikannya C Pemberitahuan tidak menghilangkan hak pemilih dalam Pilkada DKI Jakarta. Sebab, pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tetap bisa mencoblos hanya dengan membawa KTP ke TPS.
"Ibarat kita nonton konser, C pemberitahuan itu bukan tiket masuk. Jadi walaupun tidak memiliki C pemberitahuan, warga Jakarta yang sudah terdaftar di dalam DPT tetap tidak kehilangan hak pilihnya," terangnya.
Namun, Fahmi mengakui angka partisipasi pemilih di Jakarta tergolong rendah hanya 58 persen. Padahal, pada pilkada 2007 dan 2012, partisipasi pemilih mencapai sekitar 65 persen. Sedangkan di pilkada 2017, partisipasi pemilih meningkat jadi lebih dari 70 persen.
"Kami mencatat tingkat partisipasi di DKI Jakarta ini mencapai 58 persen. Tentu kami akan lakukan evaluasi dan kajian secara komprehensif ya, untuk mendapatkan data yang lengkap," jelas Fahmi.
Sebelumnya, Tim Hukum Pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) melaporkan KPU DKI Jakarta dan KPU Jakarta Timur ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Anggota Tim Hukum Pasangan RIDO Muslim Jaya Butar-Butar mengatakan, pelaporan didasari dugaan tidak profesionalnya penyelenggaraan Pilkada di Jakarta.
Di mana formulir C6 pemberitahuan tidak terdistribusi dengan baik ke masyarakat. Dampaknya, angka partisipasi pemilih di Jakarta sangat minim.
"Seperti apa pelayanannya? Tentunya ini terkait dengan banyaknya C6 atau surat pemberitahuan pemungutan suara tidak terdistribusi dengan baik kepada masyarakat," katanya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
