
Ambulans gratis untuk penyintas bencana dan warga tidak mampu ketika membutuhkan. (Istimewa)
JawaPos.com - Setiap warga saat ini sudah diwajibkan terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Namun demikian, masih ada yang tidak terlayani dalam kondisi darurat untuk pertolongan kesehatan. Di samping alasan tidak mampu juga akses pelayanan masih terbatas. Buktinya, pelayanan ambulans dan layanan kesehatan gratis masih diburu warga.
Fakta seperti ini membuat lembaga filantropi terus bergerak membuat layanan kesehatan keliling secara grartis bagi masyarakat yang belum terakses layanan kesehatan. Baik tindakan pertama maupun tindakan awal. Sebagaimana dilakukan dua lembaga filantropi, yakni Turun Tangan dan Indonesia Care.
"Kalaupun masyarakat memiliki BPJS, mereka harus melalui tahapan birokrasi pelayanan kesehatan yang panjang plus beban kewajiban iuran yang bagi sebagian masyarakat masih terasa memberatkan," kata Direktur Eksekutif Turun Tangan AM Syarif di Jakarta Timur pada Selasa (5/11).
Untuk memudahkan layanan kesehatan bagi masyarakat Jabodetabek dan para penyintas bencana, Turun Tangan menitipkan pengelolaan dan operasional mobil ambulans kepada Indonesia Care. Ambulans tersebut dukungan dari Yayasan Wakaf Rumah Qur'an Silaturahmi dan Radio Rasil.
"Kita berharap ambulans ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan produktif mengumpulkan pahala kebaikan bagi sesama" ujar AM Syarif di sela-sela serah terima ambulans kepada Indonesia CARE.
Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Indonesia CARE Lukman Azis Kurniawan mengapresiasi atas kepercayaan dari Turun Tangan. "Insya Allah kami akan bikin program rutin Layanan Kesehatan Gratis yang terjadwal bagi masyarakat. Seperti layaknya SIM keliling," ujar Lukman.
Lebih jauh Lukman mengatakan, program "Mobile Health Services" akan mulai diluncurkan pada awal Desember 2024 mendatang. "Setelah ini kendaraan akan kami bawa ke karoseri ambulans Indomuda di Depok. Equipment ambulans Insya Allah didukung oleh BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji)," ungkap mantan jurnalis tersebut.
Mengenai fasilitas ambulans, Lukman menambahkan, akan dilengkapi dengan monitor jantung, suplai oksigen, serta bisa melakukan kegiatan operasi bedah darurat dalam ambulan.
"Selain itu, ambulans emergency ini juga bisa untuk mengangkut logistik seperti perahu karet, tenda pleton dan peralatan kedaruratan penyelamatan lainnya," ungkap Lukman.
Lukman merinci lima fungsi dari ambulans kedaruratan Indonesia CARE itu. Yakni, fungsi medis, fungsi angkutan logistik, fungsi evakuasi dan mobilisasi relawan, fungsi kendaraan psikososial, dan fungsi mobile Posko.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
