JawaPos.com - Jasa Raharja Perwakilan Tangerang memastikan seluruh korban kecelakaan akibat sopir truk wing box ugal-ugalan di Kota Tangerang mendapatkan biaya pengobatan dan santunan. Kepala Jasa Raharja Perwakilan Tangerang Panji Artha menuturkan, pihaknya telah memantau secara langsung seluruh korban akibat kecelakaan pada Kamis (31/10).
Ia memastikan keenam korban akan mendapatkan santunan dan perawatan maksimal. "Iya total 6, yang satu di Sari Asih sudah dijamin Jasa Raharja juga," ujar Panji saat dikonfirmasi JawaPos.com (2/11).
Panji menjelaskan, Jasa Raharja sebagai penjamin pertama korban kecelakaan lalu lintas menjamin biaya perawatan sesuai aturan yang berlaku sebesar Rp 20 juta, biaya IGD Rp 1.000.000, dan biaya ambulance maksimal Rp 500 ribu.
Tidak hanya menanggung biaya perawatan, Jasa Raharja juga siap memberikan santunan bagi korban yang mengalami cacat akibat kecelakaan ini. "Kami melihat perkembangan apabila ada yang menderita cacat tetap di kemudian hari akan diberikan bantuan maksimal Rp 50 juta," terangnya.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan data sementara terdapat enam korban luka dalam insiden tersebut. Terdiri dari empat pengendara sepeda motor, satu pengemudi mobil, dan satu orang pejalan kaki akibat sopir truk wing box ugal-ugalan di Kota Tangerang oada Kamis (31/10/2024). Selain korban luka, juga terdapat 10 mobil dan enam motor mengalami kerusakan.
Diberitakan sebelumnya, JFN, 24, mengendarai sebuah truk wing box secara ugal-ugalan di Kota Tangerang pada Kamis (31/10). Kejadian bermula saat JFN melintas dari arah Cikokol menuju Cipondoh, Kota Tangerang.
Di tengah perjalanan, truk yang dikemudikan JFN menghantam bagian belakang mobil Suzuki Ertiga milik Laurentius yang sedang berhenti di traffic light arah Kodim. Bukannya berhenti dan bertanggung jawab, JFN justru panik. Dia langsung menginjak pedal gas dalam-dalam dan memacu truknya dengan ugal-ugalan guna melarikan diri ke arah Cipondoh.
Aksi pengejaran pun terjadi. Warga yang melihat kecelakaan itu segera bereaksi, mengejar JFN sampai ke Jalan KH Hasyim Ashari, Tangerang. Dalam pelariannya yang semakin liar, JFN malah menabrak beberapa kendaraan lain yang ada di jalur pelariannya.
Pelaku lalu melarikan diri ke arah Cipondoh dan kejar oleh warga sampai jalan KH. Hasyim Ashari dan kembali menabrak pengendara sepeda motor, lalu kabur ke arah nerogtog, Graha Raya, Banjar Wijaya dan kembali ke Jalan Hasyim Ashari.
Terakhir dapat dihentikan warga yang mengejar di Bundaran Tugu Adipura Jalan Veteran. Di sana, warga yang mengepungnya berhasil menghentikan truk dan menghentikan pelarian JFN. Pelaku pun menjadi bulan-bulanan warga.