Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 November 2024 | 06.44 WIB

Bestari Minta Suswono Tidak Urusi Partai Lain Soal 7 Politisi KIM Dukung Pramono-Rano

Kader Partai Nasdem Bestari Barus. (Dok JawaPos) - Image

Kader Partai Nasdem Bestari Barus. (Dok JawaPos)

JawaPos.com–Politikus Partai Nasdem Bestari Barus meminta Calon Wakil Gubernur nomor urut 1 Suswono, tidak ikut campur urusan partai lain. Sebelumnya Suswono menyinggung masalah etika terkait adanya tujuh politikus partai KIM Plus yang mendukung pasangan Pramono-Rano.

”Dia kan Cawagub ngapain ngurusin partai lain harus bagaimana,” kata Bestari, Jumat (1/11).

Menurut Bestari, pernyataan Suswono itu seolah-olah partai KIM Plus harus mengikuti langkah PKS memberikan sanksi kepada politikus yang mendukung pasangan Pramono-Rano. Setiap partai memiliki mekanisme masing-masing dalam menyikapi suatu peristiwa.

”Saya tersinggung partai saya ikut terseret, partai saya ikut diseret-seret seolah-olah harus mengikuti apa yang dilakukan PKS,” kata Bestari Barus.

Bestari menyarankan agar Suswono lebih memikirkan pencalonan sebagai Cawagub, ketimbang mengurusi partai lain. Sebaiknya mengurusi materi, jadwal, dan strategi kampanye, agar tidak melakukan blunder atau kesalahan yang dapat mengurangi keterpilihan.

You kader PKS urusin aja PKS. You urusin langkah-langkah kampanye, urusan materi kampanye, jadwal, jangan menyampaikan narasi yang menyakiti umat sampai harus mengklarifikasi, sampai harus minta maaf, istigfar. Jangan malah ngurusin partai lain, dia bukan bos di partai lain,” tandas Bestari Barus.

Adanya politisi KIM yang memberikan dukungan kepada pasangan Pramono-Rano kata Bestari menjadi pertanyaan, apakah Suswono dalam pencalonan menjadi Cawagub DKI melakukan komunikasi yang baik dengan para politikus partai pendukung atau sebaliknya.

”Suswono yang telah diberikan rekomendasi oleh partai partai seharusnya merangkul banyak pihak untuk memberikan dukungan,” ucap Bestari Barus.

”Barang siapa sudah memberi rekomendasi dirangkul tapi kalau ada yang seperti ini ya jangan langsung reaksioner menegur partai politik. Gak usah panik,” ucap Bestari Barus.

Bestari menilai, pernyataan Suswono tersebut keluar karena panik. Karena bagaimanapun dukungan tujuh politikus partai KIM akan berpengaruh terhadap dukungan masyarakat. Ditambah lagi Suswono sempat mengeluarkan pernyataan yang kontroversial sehingga harus melakukan klarifikasi.

”Pasti sangat berpengaruh apalagi sempat salah ngomong, apalagi ramai di medsos sudah pasti, sehingga muncul kepanikan .Tapi harus terkendali, jangan justru membuat statement yang menjadi gaduh,” tutur Bestari Barus.

Sebelumnya Calon Gubernur (Cagub) Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung menerima silaturahmi tujuh politikus anggota partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Pertemuan itu dilakukan tertutup di kediaman Pramono Anung di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (31/10).

Mereka menyatakan dukungan langsung untuk paslon Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024. Tujuh politikus itu dua orang dari PPP, Partai Nasdem, PSI, PAN, dan dua politikus PKB. 

Terkait hal tersebut, Suswono menyatakan kekecewaannya. Menurut dia, ketujuh politikus tersebut seharusnya tunduk pada kebijakan partai. Suswono menegaskan, jika politikus PKS yang melakukan itu akan diberikan sanksi tegas karena melanggar etika.

”Etikanya kalau partai sudah melabuhkan ke pasangan mana, ya seluruh perangkat, apalagi dia anggota dewan,” papar Suswono.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore