
Suasana TPST Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, Senin (19/8/2019). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengelola sampah di dalam kota. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi TPST Bantargebang, Bekasi, yang
JawaPos.com - Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat (Jabar) merupakan tempat pembuangan sampah akhir DKI Jakarta. Kondisi Bantargebang begitu penuh sampah yang sudah menggunung.
Sejatinya sampah sebelum dibuang, mulai dari tempat pembuangan sementara hingga tempat pembuangan akhir melewati proses pemilahan. Proses pilih dan pilah itu bisa membuat sampah bisa menjadi barang berguna lagi. Semua itu harus dimulai dari masyarakat itu sendiri.
Menyadari pentingnya pilah pilih tersebut, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat menggandeng komunitas pecinta lingkungan. Yaitu, Waste Revive dan Berkah Jaya Sentosa untuk sentra pengolahan sampah di Area Darsa Kalideres, Jakarta Barat.
Sentra pengolahan sampah ini diharapkan bisa memilah dan mengolah sampah sebelum dibuang TPST Bantargebang. Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta H Abdul Azis Suaedy menuturkan, semua pihak perlu berperan untuk mengurangi pasokan sampah ke TPST Bantargebang. Sebab, saat ini kapasitas tampung TPST Bantargebang terus berkurang.
Pengolahan sejak dini juga penting guna mendukung daya saing Jakarta menuju kota modern. Apalagi Jakarta akan menjadi bagian dari Kawasan Aglomerasi yang akan jadi pusat finansial global. "Strategi redistribusi sampah ini penting dilakukan di Daerah Khusus Jakarta, karena sebagai bagian dari Kawasan Aglomerasi yang akan jadi pusat finansial global," Aziz.
Secara akumulatif, sambungnya, kawasan aglomerasi itu akan memiliki timbulan sampah 20 ribu ton per harinya. Volume sebanyak itu berpotensi menjadi penghambat misi kawasan Jakarta sebagai pusat bisnis berdaya saing global.
Sebelumnya pada Kamis (7/8), Abdul Azis Suaedy hadir di Kalideres, Jakarta Barat, dalam peresmian Pengelolaan Sampah oleh PCNU Jakbar di Area Darsa, Kalideres.
Aziz mengungkap fakta soal sampah di Jakarta. Setiap harinya Jakarta memproduksi 8.500 ton sampah. Sebanyak 80 persen di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Baru 10 persen saja yang mampu didaur ulang.
Fakta ini membuat penumpukan sampah di TPST Bantargebang terus meningkat. Bahkan lambat laun area penumpukan sampah di TPST Bantargebang semakin berkurang. Bahkan kini di Bantargebang sampah menumpuk hingga 40 meter yang setara dengan ketinggian Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Lambat laun area TPST Bantargebang yang seluas 115 hektar itu tidak bisa lagi melayani sampah dari Jakarta.
Aziz mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta yang menggandeng dan menfasilitasi semua pihak untuk berperan dalam rangka pengolahan sampah di Jakarta. Pihaknya akan terus bekerja sama dengan Pemporv Jakarta serta menggandeng komunitas dan warga untuk mengolah sampah agar tidak semuanya dibuang percuma.
“Kami mengapresiasi berbagai ikhtiar Pemprov Jakarta yang terus melakukan pengurangan volume sampah di Bantargebang, maupun pasokannya dari Jakarta saat ini. Kami memaknai upaya pengurangan pasokan sampah ke TPA sebagai cara untuk meredistribusi sampah Jakarta,” jelas Aziz.
Aziz menambahkan bahwa pihaknya bersama komunitas pecinta lingkungan telah menawarkan 3 konsep yaitu partisipasi masyarakat dengan teknologi sederhana memiliki efek ekonomi sirkular, tidak mencemari lingkungan dan polusi serta beroperasi dilahan terbatas sekitar 200 meter persegi, sehingga mudah diterapkan di perkotaan seperti Jakarta.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
