
Elsa Novia Sena, bikin tur jalan kaki dan konten sejarah budaya di medsos tentang sejarah Tionghoa Benteng. (Istimewa)
JawaPos.com–Melalui kanal media sosial, Elsa Novia Sena mengenalkan sejarah dan budaya Cina (Tionghoa) Benteng, Kota Tangerang. Elsa juga aktif membuka tur keliling berbagai lokasi bersejarah di Kota Tangerang setiap pekan.
Waktu baru menunjukkan pukul 08.30 akhir pekan lalu. Namun, sekitar 20 orang sudah berkumpul dalam satu kelompok di Stasiun Tangerang. Mereka adalah para peserta Benteng Walking Tour yang dipimpin Elsa.
Berawal dari stasiun, dia mengajak mereka menyusuri kawasan Pasar Lama. Dilanjutkan ke Masjid Jami’ Kalipasir.
’’Masjid Kali Pasir adalah masjid tertua di Kota Tangerang peninggalan Kerajaan Padjadjaran,’’ ujar Elsa.
Selepas mengunjungi masjid, Elsa membawa rombongan berjalan menuju Toapekong Air tepat di samping Sungai Cisadane. Dengan headset dan mikrofon terpasang di kepala, di situlah dia menjelaskan berbagai sejarah Kota Tangerang.
’’Kenapa disebut Tangerang, karena dulu ada tenger penanda batas wilayah antara Kesultanan Banten dengan Belanda. Nah, di sini, di pinggir Cisadane, ada benteng VOC,’’ jelas Elsa, dara yang Agustus mendatang bakal merayakan ulang tahun ke-26 itu.
Dia menjelaskan, dulu cukup banyak warga etnis Tionghoa yang tinggal di bantaran Sungai Cisadane. Mereka dijuluki Cina Benteng karena di bantaran Sungai Cisadane tempat bermukim mereka terdapat benteng VOC.
Meski masih tergolong belia, Elsa tidak canggung menjelaskan berbagai sejarah Kota Tangerang kepada peserta tur yang umumnya berumur jauh lebih tua darinya. Pengetahuannya soal sejarah kota kelahirannya itu cukup mumpuni.
Pemilik 103,9 ribu pengikut di TikTok itu menuturkan, peringatan setahun berpulangnya neneknya pada Agustus 2022 silam menjadi awal mula dirinya membuat konten sejarah di dunia maya.
Dia membuat video tentang jalannya prosesi peringatan setahun berpulangnya sang nenek. ’’Dan video itu ngeboom gitu, ditonton 1,5 juta orang,’’ terang Elsa.
November 2022, Elsa mulai konsisten membuat konten mengenai budaya Tionghoa maupun sejarah Kota Tangerang. Respons penonton juga sangat baik.
Salah satu konten yang viral adalah tentang makam Kapitan Oey Kiat Tjin yang kondisinya sangat memprihatinkan. Saat itu dia menceritakan banyak kerusakan dan vandalisme di makam Kapitan terakhir di Kota Tangerang itu.
Video tersebut mendapatkan perhatian dari Pemkot Tangerang hingga keturunan Kapitan Oey Kiat Tjin. ’’Ada cicit Kapitan Oey Kiat Tjin yang menghubungi dan aku pertemukan dengan pemerintah setempat. Infonya video itu sampai ke Pak Wali Kota dan disbudpar. Dan, katanya, sudah diajukan menjadi cagar budaya,’’ tutur Elsa.
Ragam informasi mengenai Kota Tangerang dan Cina Benteng diperoleh Elsa dengan membaca berbagai buku, jurnal, dan pemberitaan media massa. Seluruhnya dikombinasikan menjadi sebuah informasi yang utuh.
’’Sebab, memang biasanya satu tempat, terdapat beberapa versi cerita. Jadi, kami jelaskan semuanya,’’ kata Elsa.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
