Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Juni 2024 | 03.25 WIB

Anggota DPRD DKI Nilai Water Mist Tak Efektif Atasi Polusi, Minta Modifikasi Cuaca Dilakukan

Pemerintah melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan metode water mist spraying menggunakan dua pesawat Cesna. - Image

Pemerintah melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan metode water mist spraying menggunakan dua pesawat Cesna.

JawaPos.com - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menyebut penggunaan water mist di gedung-gedung tinggi tak cukup efektif mengatasi polusi udara Jakarta. Ia mendorong Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengatasinya.

"Saya menilai bahwa penggunaan water mist di gedung bertingkat itu tidak terlalu efektif, karena terbatas tingkat ketinggiannya," ujarnya kepada wartawan, Jumat (28/6).
 
“Saya mendukung penuh langkah Pemprov yang akan melakukan strategi rekayasa cuaca untuk mengendalikan polusi udara di Jakarta,” sambung Kenneth. 
 
 
Untuk mengatasi masalah polusi udara yang berefek jangka panjang bagi kesehatan masyarakat, tambah Kenneth, Pemprov diminta mencari sumber dan segera mengatasinya.
 
“Dari sisi kebijakan lain yang mungkin bisa dilakukan yaitu pengurangan sumber polusi itu sendiri,” ucap Kenneth.
 
Ia berharap, Pemprov DKI Jakarta proaktif sosialisasi terkait kondisi udara di Jakarta.
 
“Di Jakarta, sumber polusi itu adalah kendaraan bermotor, industri, hingga PLTU. Ini yang harusnya dikontrol,” tegasnya.
 
Di sisi lain, masyarakat yang terpapar sakit akibat polusi harus diberi pelayanan prioritas di seluruh fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta.
 
Jika ada warga negara yang alami gangguan kesehatan atau kelompok rentan lainnya, sambung Kenneth, pemerintah harus memberikan akses ke fasilitas pelayanan kesehatan tanpa harus membebani dari sisi ekonomi. 
 
“Sosialisasi, edukasi juga harus digencarkan,” pungkas Kenneth.
 
Sebelumnya, kualitas udara di Jakarta pada Jumat pagi masuk kategori tidak sehat. Selain itu, buruknya kualitas udara ini menjadikan kota megapolitan ini menduduki posisi ke-4 sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
 
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.17 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di angka 146 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2,5 dan nilai konsentrasi 54 mikrogram per meter kubik.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore