Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 April 2023 | 23.37 WIB

Penukaran Uang di Cengkareng Ramai, Prajurit TNI Jaga Membawa Senjata Laras Panjang

Sejumlah anggota TNI berjaga di area Masjid Hasyim Asy - Image

Sejumlah anggota TNI berjaga di area Masjid Hasyim Asy

Sejumlah anggota TNI berjaga di area Masjid Hasyim Asy

JawaPos.com – Sejumlah prajurit TNI tampak bersiaga di lingkungan Masjid Hasyim Asy'ari, Cengkareng, Jakarta Barat. Itu karena, tak jauh dari masjid tersebut, di tempat biasa untuk parkir, warga berduyun-duyun datang untuk menukar uang kertas edisi terbaru dari Bank Indonesia.

Tampak tiga buah mobil kas keliling bank berpencar di lokasi yang berbeda, tetapi masih di sekitar lokasi parkir Masjid Hasyim Asy'ari.

Antrean terlihat panjang mengular. Meski begitu, orang-orang tak hentinya datang. Untuk mengakalinya, beberapa warga bahkan cari orang cadangan untuk menggantikan mengantre.

Meski di tengah terik matahari, dahaga teruji karena puasa, antrean seolah tak ada ujungnya, para warga tetap antusias datang. Antrean pun terlihat tetap rapi sambil dua tentara mengawasi dengan muka yang lebih ramah dibanding saat tugas lainnya. Hal yang agak kontradiktif dengan senjata laras panjang yang digenggam kedua tangannya.

Menurut Komandan tim 6 sektor Masjid Hasyim Asy'ari Letnan Sugiarto, ikut turunnya prajurit tersebut untuk menjaga antrean penukaran uang adalah berdasarkan permintaan dari BI. Pasalnya, uang memang kadang bisa bikin kalap. Sehingga, antisipasi untuk membendung itu memang perlu dilakukan, salah satunya dengan kehadiran prajurit TNI.

"Permintaan dari BI untuk bantu pengamanan penukaran uang. Ada empat orang yang melakukan penjagaan di sini," kata Sugiarto wartawan, Senin (10/4).

Soal adanya senjata laras panjang yang turut bersiaga di tangan para prajurit, ia mengungkapkan bahwa itu memang Operasional Prosedur (SOP) TNI ketiga bertugas. "Kalau senjata, dalam SOP pengamanannya memang harus karena kan sensitif soal uang. Lalu, ini juga sudah mulai ramai," urai Sugiarto.

Meskipun layanan penukaran uang ini sudah berlangsung sejak Senin lalu, ia mengatakan bahwa hari ini memang paling ramai. Per hari, Sugiarto mengatakan hanya ada 200 kuota orang untuk menukar uang.  "Setiap harinya 200 kuotanya. Kalau sudah 200 habis, ya setop," ucapnya.

Hingga sejauh ini, ia mengatakan bahwa warga masih antre dengan tertib saat penukaran uang. "Masih aman, paling lebih banyak aja jumlahnya," ucap dia. (*)

Royyan

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore