
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Jawa Barat Syarifah Sofiah (kedua dari kanan) saat rapat koordinasi percepatan ODF di Kantor Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (7/4/02023). (ANTARA/Linna Susanti)
JawaPos.com - Pemerintah Kota Bogor menggerakkan semua lurah yang masih memiliki data titik-titik warga dengan perilaku buang air besar sembarangan untuk bersinergi memberantas kebiasaan tersebut secara bersama-sama, dikutip dari ANTARA.
Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah dalam keterangannya, Jumat (7/4), mengatakan rapat koordinasi percepatan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan telah dilaksanakan di dua kecamatan yang masih ditemukan perilaku buang air besar sembarangan, yakni Kecamatan Bogor Tengah dan Bogor Utara.
Baca Juga: Bupati Kepulauan Meranti Ditangkap KPK karena Diduga Peras Pejabat OPD
“Apa yang dibahas dan apa yang dilakukan sama dengan apa yang dibahas dalam rakor di Kecamatan Bogor Utara beberapa pekan lalu. Evaluasi ODF dan stunting menjadi dua pembahasan rakor ini, karena upaya yang kita lakukan sama. Kalau ada pemetaan, dimana daerah yang ODF nya tinggi pasti stuntingnya juga tinggi. Apapun asupan yang diberikan akan percuma kalau hidupnya tidak bersih, maka akan percuma,” kata Syarifah.
Syarifah menekankan kepada lurah se-Kecamatan Bogor Tengah dan semua pihak terkait penanganan yang dilakukan harus sinergi dan bersama-sama jajaran perangkat daerah lainnya untuk turun membantu dalam implementasi evaluasi ODF.
Baca Juga: Jumat Agung, Umat Kristiani di Larantuka NTT Ikuti Ibadah Jalan Salib
Asisten Pemerintahan Setda Kota Bogor, Irwan Riyanto berharap kepada para lurah dan semua pihak di wilayah langsung menerapkan hal-hal terkait ODF dan stunting yang dibahas dalam rakor agar hasilnya dapat segera terlihat. Diharapkan, para lurah dapat membangun kolaborasi dengan pihak swasta.
Camat Bogor Tengah, Dicky Iman Nugraha mengaku, melalui program Berkunjung Ke Wilayah Setiap Hari (Berlari) Kecamatan Bogor Tengah bersama para lurah dan jajaran turun ke wilayah masing-masing setiap hari satu RW untuk memetakan ODF dan stunting.
Baca Juga: Barcelona Tinggal Membanggakan La Liga
Dari data ODF tahun 2023, tercatat ada 6.057 titik setelah divalidasi ke wilayah belum secara keseluruhan, namun dari data validasi yang didapat dari beberapa RW pada Kelurahan Tegallega ada 178 data yang salah, selanjutnya 41 di Kelurahan Ciwaringin.
“Untuk data stunting sampai akhir bulan Maret 2023, kita reduksi sebanyak 633 data stunting. Itu sudah rekonsiliasi dengan Dinas Kesehatan,” kata Dicky.
Menurutnya sungai dan anak sungai menjadi 'makanan empuk' warga yang tidak peduli ODF. Selain itu, kondisi demografis, kepadatan penduduk, faktor ekonomi serta terakhir mental dan kultur.
Baca Juga: Menhub Minta Mudik Tak Pakai Motor, Warga Diimbau Manfaatkan Mudik Gratis
Upaya memberikan solusi bagi warga dengan membangun tangki septik sudah dilakukan pihak Kecamatan Bogor tengah, namun kendala yang ditemui adalah muncul air di kedalaman 50 cm karena lahan yang ada merupakan tebing, disamping kepadatan rumah yang hanya menyisakan jalan berupa gang berjarak 1 meter.
Sementara dari temuan di lapangan lanjut Dicky adalah tidak sedikit warga yang mampu secara ekonomi tetapi tidak memiliki tangki septik pribadi.
Membangun kemitraan dengan para pelaku usaha di semua tempat ibadah untuk menyatukan pandangan bahwa ODF dan stunting adalah permasalahan bersama tidak hanya Pemerintah Kota Bogor, menjadi salah satu strategi yang dilaksanakan Kecamatan Bogor Tengah.
“Alhamdulillah dari semua yang kami datangi, semua siap mendukung penanganan ODF dan stunting di Kecamatan Bogor Tengah sesuai kapasitas dan kemampuannya,” katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
