Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Mei 2024 | 19.17 WIB

Contoh Singapura, Pemprov DKI Jakarta Ingin Buat Pulau dari Lumpur Hasil Pengerukan Sungai

Arsip Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Senin (19/09/2022). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna - Image

Arsip Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Senin (19/09/2022). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta berencana membuat pulau-pulau kecil di Kepulauan Seribu dengan memanfaatkan hasil pengerukan lumpur dari 13 sungai. Pengerukan lumpur itu diketahui sering dilakukan untuk mengantisipasi banjir di Jakarta. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, dengan adanya tempat penampungan lumpur dari hasil pengerukan sungai, diharapkan nantinya bisa terbentuk pulau-pulau kecil dari hasil proses tersebut yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH).
 
Pulau tersebut nantinya bisa dikelola Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, wacana itu bukan omong kosong dan sudah dilakukan di beberapa negara seperti Singapura. 
 
 
"Konsep ini sebenarnya sudah dicetuskan pada tahun 2012. Saat ini, sudah ada dua negara yang sukses membangun fasilitas pengolahan sampah di pulau kecil dan bisa dijadikan contoh oleh Jakarta,” ujar Asep kepada wartawan, Rabu (15/4).
 
Di Pulau Semakau, Singapura, katanya, pulau tersebut merupakan hasil pengolahan sampah di incineration plant dengan prinsip waste-to-energy (WTE). Mereka melakukan reklamasi dari abu sisa pembakaran sampah. 
 
Lalu, di Maladewa, mereka mengolah sampah yang dihasilkan di pulau besar dan diangkut ke pulau kecil yang khusus disiapkan untuk mengelola sampah menggunakan tongkang. 
 
 
“Kedua negara tersebut bisa dijadikan best practice dalam upaya pengelolaan sampah standar global. Karena, sama-sama kita ketahui bahwa Singapura unggul dari aspek ekonomi dan Maladewa unggul dari sektor pariwisata yang berkelanjutan,” jelas Asep.
 
Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan mengkaji secara mendalam terhadap pembangunan fasilitas tersebut dengan mengundang para ahli lingkungan untuk melakukan perencanaan serta menyusun feasibility study. 
 
 
“Hal ini seiring dengan arah pembangunan Jakarta sebagai kota global yang terus berinovasi dan mengikuti standar kota global lainnya dalam upaya pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan," ucapnya.
 
"Jadi, ini bukan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) ya atau seperti landfill di TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Bantargebang. Ini fasilitas yang lebih ramah lingkungan,” pungkas Asep.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore