JawaPos.com - Manajemen Grab memecat karyawannya yang lalai memberikan respons terhadap kasus dugaan penculikan dan kekerasan yang dilakukan driver Grab Car terhadap seorang perempuan berinsial C. Peristiwa itu diketahui terjadi pada Rabu (25/3) di wilayah Jakarta Barat.
Usai kejadian, korban mengaku langsung melaporkan kejadian itu ke pihak Grab dengan mengaksesnya melalui email.
"Hi @grabid, its day 3 already since your driver did this things horrible to me," ujar korban sambil menunjukkan sejumlah luka yang dialaminya akibat kekerasan yang dilakukan driver Grab itu, dikutip Kamis (28/3).
"Masih belum mau balas email gw kah ini hei?" tanya korban.
Ia mengaku tak mendapatkan respons yang baik atas laporan penculikan dan kekerasan yang dialaminya kepada Grab. Bahkan, penanganan laporan cenderung lambat.
Atas hal itu, manajemen Grab mengakui kesalahan penanganan laporan dari korban dan memecat karyawannya yang menangani laporan korban.
"Membebastugaskan personil agen Grab Support yang tidak menanggapi insiden ini sesuai dengan standar operating procedure (SOP) yang telah ditetapkan," tulis pernyataan resmi Grab.
Manajemen Grab juga berjanji akan mengevaluasi SOP layanan konsumen dalam menerima laporan semacam dari korban dalam tiga hari ke depan.
"Mengimplementasikan perbaikan desain SOP layanan konsumen dalam kurun waktu 7 hari setelah evaluasi selesai," ungkapnya.
Grab juga kemudian akan melakukan pelatihan ulang kepada agen-agen layanan konsumen yang menangani kasus keselamatan dalam 30 hari ke depan.
"Penanganan kasus ini oleh tim layanan konsumen kami (Grab Support) tidak berjalan secepat dan selayak yang seharusnya, dan untuk itu Grab Indonesia memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada penumpang terkait dan semua konsumen kami," tandasnya.
Sebelumnya, Viral di media sosial seorang perempuan berinisial C menjadi korban kekerasan dan pengancaman oleh driver Grab Car di Jakarta Barat. Peristiwa itu diduga terjadi pada Senin (25/3) malam saat korban menjadi penumpang Grab tersebut.
Dalam unggahan di story Instagramnya, korban mengaku memesan Grab Car saat hendak pulang ke rumahnya. Usai memastikan plat nomor sama dengan yang ada di aplikasi, korban pun masuk ke mobil.
Namun, hal aneh terjadi saat tiba-tiba mobil yang dikendarai driver Grab itu melaju ke arah tol. Padahal, rumah korban bisa dituju tanpa perlu lewat tol. Driver Grab itu kemudian mengaku hanya mengikuti maps.
Keanehan kembali terjadi saat terduga pelaku mengaku merasa sesak dada dan meminta gantian mengemudikan mobil dengan korban.