JawaPos.com - LRT Jabodebek akan menggandeng pihak kepolisian untuk mengamankan area Stasiun LRT Jabodebek. Hal itu sehubungan dengan kasus ributnya sekuriti Stasiun LRT Jabodebek Kuningan, dengan pengemudi ojek online (ojol) pada Jumat (23/2) lalu.
"Kami juga akan melibatkan pihak kepolisian (Babinsa) dalam berkoordinasi dan mengamankan area stasiun," ujar Manager Public Relations KAI Divisi LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono saat dihubungi wartawan, Senin (26/2).
Ia menegaskan bahwa semula, pihaknya sudah memiliki kesepakatan dengan komunitas ojol setempat, terkait aturan menjemput penumpang LRT Jabodebek di sekitaran stasiun.
"Bagi kami yang terpenting kenyamanan pengguna. Karena informasinya ojol bisa sampai masuk ke dalam tangga untuk menjemput pengguna, sehingga selain berpotensi menghambat flow pengguna yang masuk dan keluar stasiun juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna," ungkapnya.
"Oleh karena itu, hendaknya kesepakatan yang sudah ada harus dipatuhi oleh semua pihak, dan itu juga berlaku untuk semua ojol bukan hanya komunitas ojol setempat," sambung Hendro.
Dengan kejadian itu, ia juga menyampaikan bahwa ke depan akan kembali memasifkan sosialisasi terkait aturan tersebut dengan komunitas ojol setempat.
"Ke depan kami bikin formal. Dalam artian ada kesepakatan yang ditandatangani," tandas Hendro.
Sebelumnya, viral di media sosial anggota pengamanan alias sekuriti Stasiun LRT Jabodebek terlibat keributan dengan pengemudi ojek online. Peristiwa itu terjadi di depan Pintu Masuk A Stasiun LRT Jabodebek Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (23/2) pagi tadi.
"KAI menyesalkan kejadian kericuhan yang terjadi di Stasiun LRT Kuningan," ujar Manager Public Relations KAI Divisi LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (23/2).
Ia mengatakan, keributan antara sekuriti dan para pengemudi ojol itu dipicu lantaran keselahpahaman antara keduanya.
Saat itu, Hendro mengatakan bahwa sekuriti Stasiun LRT Jabodebek menegur penjemudi ojol agar tidak menunggu penumpang terlalu dekat di pintu keluar
"Anggota pengamanan yang bertugas saat itu mengingatkan/menegur oknum ojol agar tidak menunggu penumpang terlalu dekat dengan pintu keluar yang dapat mengakibatkan alur keluar masuk pengguna LRT Jabodebek menjadi terganggu," ungkapnya.
Royyan