Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Januari 2023 | 05.12 WIB

Transjakarta Diminta Manfaatkan Badan Bus untuk Iklan

Bus listrik melintas di Jalan Jenderal Sudirman. PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) berencana menambah 190 bus listrik pada 2023 untuk mendukung kualitas udara Jakarta lebih ramah lingkungan. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Bus listrik melintas di Jalan Jenderal Sudirman. PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) berencana menambah 190 bus listrik pada 2023 untuk mendukung kualitas udara Jakarta lebih ramah lingkungan. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - DPRD DKI Jakarta meminta PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mencari penghasilan lain di luar dari penjualan tiket (non-farebox), salah satunya dengan memanfaatkan badan bus untuk iklan.

“Terobosan harus dilakukan, badan bus bisa dijual itu (untuk iklan), orang mau kok investasi di situ,” ujar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Senin (16/1).

Hal itu menurut Pras agar dapat mengurangi beban Public Service Obligation (PSO) yang setiap tahun diberikan oleh Pemprov DKI kepada PT Transjakarta.

Dalam APBD DKI Jakarta tahun anggaran 2023, Pemprov DKI mengalokasikan penambahan PSO sebesar Rp 300 miliar untuk Transjakarta menjadi Rp 3,5 triliun.

Oleh karena itu, senada dengan Pras, Ketua Komisi B DPRD DKI Ismail juga sepakat agar PT Transjakarta sesegera mungkin melakukan terobosan, selain bisa mengurangi beban PSO, jasa transportasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan dividen yang diberikan kepada Pemprov setiap tahunnya.

“Seiring berjalan, dengan peningkatan pendapatan dari non-farebox nanti, paling tidak operasional yang selama ini masih 100% dibebankan kepada PSO bisa dikurangi, dan idealnya bisa memberikan kontribusi kepada Pemprov DKI,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transjakarta Lies Permana Lestari mengaku pihaknya sedang menggodok tiga program agar bisa mempunyai pendapatan selain dari tiket, yaitu melakukan branding di halte maupun di bus dengan bentuk statis ataupun digital, melakukan penamaan halte (naming rights) seperti yang telah dilakukan PT MRT Jakarta, serta menyewakan papan digital (digital signage) kepada pihak luar untuk beriklan. Ia optimis tahun pertama ini dapat meraup hingga Rp 600 miliar dari program tersebut.

“Paling terbesar dari branding bus dan halte, bisa sampai 60 persen dari pendapatan non-farebox kami. Untuk aset yang ada, kami juga punya digital signage 225 titik, kita akan coba sounding ke klien untuk bisa beriklan,” pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore