Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 November 2022 | 21.14 WIB

Akhirnya Muncul, Urip Saputra Minta Maaf karena Pura-pura Mati

Permintaan maaf Urip Saputra karena pura-pura mati itu disampaikan langsung Urip di Mapolres Bogor, Cibinong, Senin (21/11). (Dok PojokBogor/ JPG) - Image

Permintaan maaf Urip Saputra karena pura-pura mati itu disampaikan langsung Urip di Mapolres Bogor, Cibinong, Senin (21/11). (Dok PojokBogor/ JPG)

JawaPos.com – Urip Saputra, 40, akhirnya muncul untuk meminta maaf kepada masyarakat, atas skenario pura-pura mati yang dirancangnya agar lepas dari jeratan utang yang mencapai Rp1,5 miliar. Permintaan maaf Urip Saputra karena pura-pura mati itu disampaikan langsung Urip di Mapolres Bogor, Cibinong, Senin (21/11).

“Peristiwa kematian tidak pernah ada. Ini adalah rekayasa dari saya sendiri. Adapun alasan saya melakukan hal tersebut, karena terlilit utang. Pada kesempatan ini saya juga memohon maaf terutama kepada keluarga, kerabat, tetangga dan polisi yang direpotkan dan seluruh masyarakat yang terganggu karena masalah ini,” ungkap Urip Saputra terkait video hebohnya yang pura-pura mati, Senin (21/11).

“Pada kesempatan ini pula, saya dengan setulus hati dari lubuk hati yang terdalam mengucapkan terima kasih banyak kepada polisi telah menyadarkan saya dan membantu saya dalam mengatasi masalah yang saya hadapi dan saya tentunya berjanji tidak ada mengganggu ketertiban umum,” tutur Urip seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group).

Mengenai masalah utang yang menjeratnya, Urip Saputra mengaku akan melakukan mediasi dan berdamai dengan pihak yang diutangi oleh Urip. Dia juga mengaku, merencanakan kematian secara spontan.

“Karena beban saja. Ini murni inisiatif saya. Kita akan melakukan proses mediasi dan berdamai dengan pihak yang saya utangi. Saya akan membayar dan itu merupakan bentuk tanggung jawab saya,” tutupnya.

Sebelumnya video Urip Saputra yang mengaku sempat dinyatakan meninggal dunia dan telah dimasukkan ke peti jenazah, namun ternyata masih hidup, sempat membuat heboh. Kakak Urip Saputra mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (11/11).

Saat itu, Urip telah dinyatakan meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Jakarta usai berkegiatan d Semarang, Jawa Tengah. “Kami sudah minta keluarga menunjukkan surat kematian, tapi yang bersangkutan (keluarga) belum bisa menunjukkan,” kata Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin terkait mayat hidup kembali di Bogor, Selasa (15/11).

Iman mengakui, pihaknya menemukkan sejumlah fakta lain mayat hidup kembali di Bogor. Iman mengatakan, klaim keluarga yang menyatakan bahwa Urip Saputra dinyatakan meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Jakarta, sebelum diantar ke Bogor dengan mobil ambulans di dalam peti jenazah.

“Tidak ada (rumah sakit). Sopir ambulans juga sudah kira periksa. Informasi awal dari istri, informasikan ke keluarga, lalu yang bawa dan jemput itu istrinya. Tapi kami temukan fakta lain dari keterangan saksi yang ada. Saat ini sedang pendalaman antara satu keterangan dengan keterangan lainnya,” tegas Iman.

Mengenai informasi peti jenazah diterbangkan dari Semarang, Jawa Tengah ke Bogor, Iman menegaskan pihaknya telah memeriksa riwayat penerbangan beberapa hari terakhir bahwa tidak ada penerbangan yang membawa jenazah dari Semarang.

Iman juga menampik adanya dugaan mati suri terhadap Urip Saputra alias pura-pura mati. Pasalnya, keluarga atau istri tidak mampu menunjukkan surat kematian US.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore