Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Oktober 2022 | 20.56 WIB

Heru Budi Wacanakan WFH saat Banjir di Jakarta untuk Urai Kemacetan

Heru Budi Hartono usai dilantik sebagai pj gubernur DKI Jakarta oleh Mendagri Tito Karnavian, Senin (17/10. (TAZKIA ROYYAN HIKMATIAR/JAWAPOS.COM) - Image

Heru Budi Hartono usai dilantik sebagai pj gubernur DKI Jakarta oleh Mendagri Tito Karnavian, Senin (17/10. (TAZKIA ROYYAN HIKMATIAR/JAWAPOS.COM)

JawaPos.com - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, meminta seluruh jajaran yang ada di bawahnya untuk bersiap menghadapi bencana banjir yang biasa terjadi di Jakarta. Salah satu antisipasi untuk menghadapinya, Heru meminta agar Wali Kota di lingkup DKI Jakarta mempertimbangkan untuk Work From Home (WFH) saat hujan deras akan terjadi di Jakarta.

"Pak Sekda, teman-teman walkot, kepala dinas, apa kita bisa imbau melalui walkot misalnya, kalau banjir itu genangan di Pejaten misalnya, Pak Walkot bisa imbau untuk WFH," katanya saat memberikan arahan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov DKI Jakarta, Wali Kota, Camat, dan Lurah se-Pemprov DKI, Selasa (18/10).

Dengan diberlakukannya WFH bagi kantor-kantor yang terdampak banjir, ia mengatakan bahwa kemacetan yang diakibatkan hal tersebut juga dapat dikurangi.

Selain itu, ia meminta agar dinas-dinas terkait untuk menyiapkan tata air, mobil portable, dan pompa-pompa penyedot banjir dapat mulai disiagakan di lokasi-lokasi yang rawan banjir tersebut.

"Saya akan keliling mengecek ke lokasi-lokasi, rumah pompa, dan lain-lain," katanya.

Heru menyampaikan bahwa dirinya pernah menemukan kasus di mana hujan turun dengan ekstrem. Hal itu membuat semua yang disiapkan untuk menghadapi banjir malah tetap tidak dapat diantisipasi.

"Diperkirakan 3 jam pompa bisa berjalan lancar, tapi kondisi alam berubah, hujan nggak berhenti-berhenti, maka BBM habis," jelasnya.

Oleh karena itu, mantan Wali Kota Jakarta Utara itu meminta agar Wali Kota dan suku dinas terkait memeriksa kondisi tersebut. "Disiapkan dengan benar, sehingga kita tidak disalahkan lagi oleh masyarakat. Bayangkan kalau mesin ada, orang ada, BBM ada, tapi bbm gak cukup untuk antisipasi banjir," tegasnya.

Oleh karena itu, ia meminta agar Wali Kota berkolaborasi juga dengan warga untuk memastikan saluran permukaan bebas dan tak ada sampah yang mampet sampai kemudian membuat banjir.

"Saya tidak mau ulangi ini, ini jadi KPI bapak, ini KPI pak lurah, saya akan keliling menanyakan ini," tandasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore