Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 September 2022 | 15.16 WIB

DPRD Minta Pj Gubernur DKI Urusi Air Tanah Nilai Bakterinya Tinggi

Petugas Dinas Sumber Daya Air melakukan pengecekaan bakteri Pengolahaan Air Limbah Kampung Rambutan 2 di Jakarta, Jumat (27/5/2022). Instalasi pengelolaan ini digunakaan untuk mengurai bakteri yang berasal dari limbah rumah tangga untuk salurkan ke waduk - Image

Petugas Dinas Sumber Daya Air melakukan pengecekaan bakteri Pengolahaan Air Limbah Kampung Rambutan 2 di Jakarta, Jumat (27/5/2022). Instalasi pengelolaan ini digunakaan untuk mengurai bakteri yang berasal dari limbah rumah tangga untuk salurkan ke waduk

JawaPos.com - Ketua Komisi D bidang Pembangunan DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta agar Pemprov DKI memberikan perhatian yang lebih pada air tanah yang masih sering digunakan warga Jakarta. Pasalnya, air tanah di DKI saat ini mengandung bakteri yang besar.

Menurut Ida, bakteri Escherichia Coli (E-Coli) dalam air tanah di Jakarta berdasarkan hasil uji laboratorium, terutama di Jakarta Utara angkanya hingga 50.000. Padahal, seharusnya angka maksimal bakteri E-Coli dalam air adalah 2.000.

"Tercemar. Nah, ini yang memang menurut saya, siapapun gubernurnya, Pj-nya, harusnya salah satu concern kita adalah di sana. Krn dampak drpd bakteri E-Coli yang tinggi ini kepada anak-anak kita," katanya saat dihubungi, Selasa (27/9).

Berdasarkan temuan dari organisasi yang peduli dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, Ida menyampaikan bahwa tingginya angka bakteri E-Coli dapat menyebabkan stunting.

"Nah ini sayang kalau gubernur ini tidak memperhatikan ini. Saya, sih berharap Pj gubernur yang akan datang betul-betul melihat, memperhatikan, bahwa air kita itu luar biasa (tercemar)," jelasnya.

Politikus PDIP itu menambahkan, penggunaan air tanah itu mesti diperhatikan terutama pada daerah yang padat penduduk di Jakarta. Sebab, menurutnya di daerah tersebut banyak pengambilan air tanah yang dekat dengan septic tank.

"Ini yang memang (menjadi) salah satu penyebabnya (E-Coli di air tanah). Kemudian, terkait 13 aliran sungai yang memang tidak bisa berjalan dengan baik alirannya, ini berdampak kepada air tanah yang dikonsumsi oleh masyarakat. Ini ngeri," paparnya.

Oleh sebab itu, ia meminta agar Pemprov DKI memperhatikan lebih dekat pada pelaksanaan pengambilan air tanah di tengah-tengah warga. "Antara orang ngambil air tanah dengan septic tank ini terlalu berdekatan, itu yang menyebabkan bakterinya terlalu tinggi," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore