
BANYAK PERMINTAAN: Izha, pengusaha air minum isi ulang, menata galon kosong di tokonya, Kamis (9/11). Sejak air PDAM mampet, permintaan air isi ulang meningkat.
JawaPos.com - Anggota Komisi A DPRD Kota Depok dari Fraksi Gerindra, Gerry Wahyu Riyanto, menyoroti penggunaan air tanah oleh sejumlah tempat air isi ulang di wilayah Depok. Dia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk memperkuat pengawasan dan memastikan pemanfaatan sumber daya air berjalan sesuai aturan.
Langkah ini menindaklanjuti hasil peninjauan bersama antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok dengan PDAM yang menemukan empat titik produksi air isi ulang menggunakan sumur bor dengan kedalaman mencapai 100 meter.
“Temuan di beberapa pabrik air isi ulang sudah ditindaklanjuti oleh DLHK dan PDAM. Informasi terakhir, lubang bornya sudah ditutup dan penggunaan air tanahnya dihentikan,” ujar Gerry di sela kegiatan pembukaan Liga 4 Zona Puncak Raya di Lapangan Koci Soccer Field, Kecamatan Beji, belum lama ini.
Gerry menjelaskan, meskipun kewenangan izin penggunaan air tanah berada di tingkat provinsi, pemerintah kota tetap memiliki peran penting dalam memastikan pengawasan di lapangan berjalan efektif.
Koordinasi antar lembaga, menurutnya, harus diperkuat agar kebijakan pelestarian lingkungan dapat diterapkan dengan optimal.
“Perizinan air tanah memang kewenangan provinsi. Tapi kalau ada temuan di lapangan, harus cepat dikomunikasikan dan ditindaklanjuti supaya tidak merugikan lingkungan,” ungkapnya.
Dia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat, kelurahan, dan kecamatan dalam pengawasan kegiatan eksploitasi air tanah. Menurutnya, komunikasi yang terjalin dari tingkat bawah akan mempermudah deteksi dini terhadap potensi pelanggaran.
“Pola komunikasinya harus dibangun dari bawah. Jadi tidak hanya tugas perangkat daerah, tapi juga masyarakat dan pemangku wilayah. Kalau komunikasi baik, pengawasan akan lebih maksimal,” ujarnya.
Empat titik penggunaan air tanah yang ditemukan berada di wilayah Kecamatan Tapos. Berdasarkan hasil pemeriksaan, aktivitas tersebut dilakukan oleh produsen air isi ulang, bukan pabrik air mineral kemasan.
“Beberapa titiknya ada di daerah Tapos dan kategorinya air isi ulang. Dari hasil peninjauan, air ini belum masuk klasifikasi air mineral. Saat ini pengawasan sedang dilakukan agar tidak menimbulkan dampak lingkungan,” pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
