SEKUMPULAN anak baru gede (ABG) memadati kawasan Sudirman, Jakarta, dengan mengenakan outfit nyentrik yang khas. Mulai jins compang-camping sampai flanel oversize. Gaya berpakaian ala streetwear itu menjadi sorotan publik hingga memunculkan istilah Citayam fashion week.
Beberapa nama seperti Jeje ”Slebew”, Bonge, dan Roy mendapat popularitas tinggi dari konten yang tersebar dan viral di media sosial.
---
Jeje ”Slebew” dan Bonge Didapuk Jadi Duta Kebersihan
Pemerintah DKI Jakarta, rupanya, tak mau ketinggalan memanfaatkan euforia Citayam fashion week. Melalui media sosial resminya, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengumumkan bahwa pihaknya telah menggaet Jeje ”Slebew” dan Bonge sebagai wajah dari gerakan Jakarta Sadar Sampah. Kampanye dilakukan secara live di Instagram @jakartasadarsampah pada Jumat (15/7).
Jeje ”Slebew” dan Bonge dikenal luas lewat video di TikTok. Viralnya video serupa semakin mengundang muda-mudi untuk ikutan nongkrong di Stasiun MRT Dukuh Atas. Aktivitas itu justru meninggalkan sampah yang berserakan di jalanan. Karena itu, campur tangan Jeje dan Bonge diharapkan bisa menekan jumlah sampah di kawasan tersebut sekaligus menertibkan para ABG yang nongkrong di sana.
Media Jepang Bandingkan dengan Harajuku
Citayam fashion week tidak hanya menyita perhatian masyarakat lokal. Salah satu media fashion asal Tokyo, Jepang, turut melirik fenomena tersebut. Akun Twitter @tokyofashion dengan lebih dari 170 ribu pengikut membalas cuitan berisi potret Citayam fashion week yang diabadikan pemilik akun @sofiaflorina.
”Thread keren tentang ribuan anak muda Indonesia yang berdandan dan membuat jalan-jalan di Jakarta Pusat menjadi hidup sebagai fashion catwalk, tidak seperti Harajuku di Jepang. Semoga beberapa situs/akun street snap Indonesia mendokumentasikan dan mendukung aksi tersebut,” tulisnya.
Warganet pun dibuat terkejut dengan capaian ”Citayam Fashion Week” itu.
Omzet Pedagang di Kawasan Sudirman Naik
Kegiatan nongkrong yang didominasi remaja belasan tahun dari Depok, Citayam, hingga Bojong Gede itu membawa keuntungan bagi pelaku usaha di area Sudirman. Salah satunya, penjual starling atau Starbucks keliling yang biasa menjajakan kopi dan minuman rasa-rasa. Dalam sehari, mereka bisa memperoleh omzet hingga Rp 700 ribu. Tentu hal itu membuka peluang UMKM yang ingin meraup keuntungan dari tren Citayam fashion week.
Kemenparekraf Tawarkan Beasiswa
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melihat fenomena Citayam fashion week sebagai bentuk urban tourism. Yakni, kegiatan wisata di perkotaan dengan menikmati seluruh unsur di kota tersebut. Termasuk gaya hidup kota yang menjadi daya tarik tersendiri.
”Ternyata aktivitas ABG ’SCBD’ ini juga turut mendukung pertumbuhan perekonomian kota dan sektor lainnya seperti para pelaku kuliner hingga fashion yang turut terbanjiri cuan,” tulis Kemenparekraf di official account Instagram-nya.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sempat menawarkan beasiswa untuk anak-anak Citayam yang putus sekolah. Roy, salah satu sosok populer di Citayam fashion week, menolak tawaran tersebut. Meski, dia putus sekolah sejak kelas IX SMP. Remaja 17 tahun itu lebih memilih fokus meniti karier sebagai content creator.